Mengenal Naqila, Bocah Penghafal Al Quran Asal Lumbang

2738

Lumbang (wartabromo.com) – Menderita sebuah penyakit bukan pilihan siapapun. Seperti yang dialami anak Naqila Aufa Inasa, penghafal Quran dari Desa Tandonsentul, Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Dengan keterbatasannya itu, bocah tujuh tahun ini justru sudah khatam Al Quran.

Metode pembelajaran yang dilakukan putri semata wayang Tinasan dan Sri Watini ini pun cukup sederhana. Selama sekitar tiga bulan lalu, sang ayah memperdengarkan murottal Al Quran. Metode ini atas saran dari pengasuh Ponpes Al-Haqiqy, tempat Tinasan mengabdikan dirinya untuk pesantren tersebut.

“Upaya itu untuk memberikan Naqila pendidikan agama yang baik, dari bacaan Al-Qur’an. Sehingga kemampuannya akan berguna di kemudian hari,” kenang Tinasan, Sabtu (25/9/2021).

Baca Juga :   Pinggul Lebar Bikin Tak Percaya Diri? Begini Tips Mengecilkannya

Hasilnya pun sungguh di luar dugaan. Dalam waktu sekitar tiga bulan saja, Naqila sudah mampu menghafal ayat demi ayat dalam 30 juzz Al Quran. Selain hafal bacaannya, nama-nama surah dalam Al Quran pun dia hafal.

Mengenai sakitnya itu, pihak keluarga sempat putus asa. Lantaran keanggotaan BPJS Kesehatan Naqila terblokir. Setelah orang tuanya tak sanggup membayar beban biaya premi bulanan.

Keluarga juga telah berupaya meminta perubahan status keanggotaan BPJS, dari mandiri ke BPJS yang ditanggung pemerintah. Namun upayanya selalu gagal dengan alasan tidak dapat dialihkan. Bantuan sosial dari Dinsos, sejauh ini memang masih diterima keluarga itu. Namun masih belum cukup untuk membiayai pengobatan hidrosefalus yang diderita Naqila.

Baca Juga :   Dinkes Kota Probolinggo Bersiap Hadapi Wabah Corona

“Karena kondisi itu, Naqila jarang melakukan terapi ke rumah sakit. Karena kekurangan biaya pengobatan, setelah kartu BPJS kesehatan anak kami terblokir,” ujarnya.

Keluarga pun berharap ada uluran tangan dari pemerintah untuk pengobatan Naqila ini. Kemampuannya menghafal Al Quran pun diapresiasi pengasuh Ponpes Al Haqiqy, Wildan Mahbubul Haq.

“Daya ingatnya sangat luar biasa. Apa yang didengar dan dilihat mampu diekspresikan dengan baik. Semoga nantinya menjadi seorang putri solehah,” tutup Wildan. (lai/saw)