Fenomena Koyo di Ranu Klakah Bikin “Ikan Mabuk”, Begini Penjelasannya

186

Lumajang (WartaBromo.com) – Fenomena upwelling atau biasa disebut Koyo yang terjadi di Ranu Klakah, Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang merupakan peristiwa alam yang lazim terjadi. Salah satunya penyebabnya yakni perubahan suhu yang signifikan.

Penyuluh Perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Sofia Ainurrohmah mengatakan fenomena ini membuat kadar oksigen berkurang. Sehingga membuat ikan naik ke permukaan untuk mencari oksigen yang masih bagus.  Itulah kenapa banyak orang yang menyebut ikan seperti mabuk.

“Upwelling itu disebabkan naiknya bahan-bahan atau senyawa di kawah danau yang disebabkan oleh perubahan suhu yang signifikan, kayak nitrit, belerang, kayak H2S,” jelasnya saat dimintai keterangan, Rabu (27/7).

Disampaikan Sofia, fenomena Koyo biasa terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus. Namun hal itu juga tidak bisa dipastikan, karena faktor alam sebagai penentunya.

Baca Juga :   Koran Online 15 Ags : Geger Penemuan Mayat di Jarangan Rejoso, hingga Tragedi Berdarah Warga Sruni-Klakah Gara-gara Lahan

“Biasanya terjadi di bulan Juni, Juli dan Agustus, perkiraanya itu tapi itu gak mesti. Tahun kemarin aja gak ada upwelling,” lanjutnya.

Masyarakat sekitar sebenarnya sudah terbiasa dengan fenomena tersebut. Selain dengan mengukur kualitas air, Koyo juga bisa ditandai dengan munculnya udang kecil ke permukaan danau.

“Biasanya ditandai dengan keluarnya udang-undang kecil yang naik kepermukaan, itu tanda-tandanya, udang dulu yang keluar terus baru ikan-ikan lain,” imbuhnya.

Akibat fenomena tersebut, banyak pemilik keramba yang berada di Ranu Klakah memanen lebih dini ikannya. Kemudian, petani ikan ini menjualnya dengan harga yang lebih murah di sekitaran Ranu Klakah. (rul/may)