740 Hektare Lahan Bromo Terbakar, Pemadaman Udara Belum Maksimal

7

Probolinggo (WartaBromo.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan savana Gunung Bromo, Jawa Timur, masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga memasuki hari kedelapan, pada Senin (10/8/2026).

Proses pemadaman melalui udara menggunakan helikopter water bombing belum berjalan optimal karena kabut tebal yang menutupi area kebakaran.

Komandan Korem 083/Baladhika Jaya yang juga menjabat sebagai Dansektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Bdj, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, menyampaikan bahwa saat ini tersisa dua titik api yang masih menjadi fokus penanganan.

Kedua lokasi tersebut berada di kawasan Puncak P30, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, serta Gunung Dingklik di Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.

“Situasi di lapangan relatif terkendali. Penanganan kebakaran dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel TNI, Polri, BPBD, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Manggala Agni, serta berbagai instansi dan relawan,” jelasnya.

Meski dua unit helikopter telah disiagakan untuk mendukung pemadaman dari udara, operasi belum bisa dilakukan secara maksimal.

Cuaca berkabut membuat pilot hanya mampu melaksanakan dua sortie dengan sembilan kali penyiraman karena jarak pandang sangat terbatas.

“Hambatan lain muncul dari sumber air. Ranu Pani yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai lokasi pengisian air kini mengalami pendangkalan sehingga tidak lagi dapat digunakan,” lanjut danrem.

Akibatnya, helikopter harus mengambil air dari Ranu Kumbolo yang berjarak lebih jauh, sehingga waktu operasi menjadi lebih lama dan efektivitas water bombing menurun.

Berdasarkan pendataan sementara, luas kawasan yang terdampak kebakaran kini mencapai sekitar 740 hektare. Walaupun sebagian besar kobaran api telah berhasil dipadamkan, petugas masih mengantisipasi bara api yang tersimpan di bawah lapisan abu karena berpotensi kembali menyala saat tertiup angin.

Untuk mencegah kebakaran meluas, tim gabungan bersama relawan terus melakukan patroli darat dan pemantauan menggunakan drone.

Langkah pendinginan serta pengawasan intensif terus dilakukan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang kembali muncul. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.