Pinjam Rp363 Miliar untuk Bangun RSUD Purwodadi, Pemkab Pasuruan Andalkan SiLPA RSUD Bangil dan Grati

9

Pasuruan (WartaBromo.com) – Rencana pinjaman daerah sebesar Rp363 miliar untuk pembangunan tiga program prioritas daerah termasuk pembangunan RSUD Purwodadi di wilayah selatan diklaim tidak akan membebani kemampuan fiskal Kabupaten Pasuruan dalam membayar cicilan dan bunga hutang.

Pemerintah daerah berencana mengandalkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kesehatan dari RSUD Bangil dan RSUD Grati untuk membantu membayar cicilan pinjaman tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Pasuruan, M. Rusdi Sutejo saat menjawab pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Pasuruan dalam rapat paripurna, Rabu (4/11/2026). Penjelasan tersebut merespons pertanyaan legislatif mengenai kemampuan keuangan daerah dalam menanggung pinjaman untuk pembangunan RSUD Purwodadi dan dua proyek strategis daerah lainnya.

“Kami menjawabnya tidak, karena pembayaran cicilan pinjaman tersebut dibantu oleh SILPA BLUD Kesehatan yang sudah operasional, yaitu RSUD Bangil dan RSUD Grati,” kata Rusdi.

Ia juga menyebut, setelah beroperasi, RSUD Purwodadi diharapkan mampu berkontribusi terhadap pembayaran cicilan pinjamannya sendiri melalui pendapatan layanan kesehatan.

Meski demikian, skema pembiayaan tersebut bergantung pada ketersediaan SiLPA dari dua rumah sakit yang sudah beroperasi serta kemampuan RSUD Purwodadi menghasilkan pendapatan setelah dibuka. Karena itu, kepastian proyeksi pendapatan, besaran cicilan, dan dampaknya terhadap belanja daerah menjadi bagian penting yang perlu diperhitungkan dalam rencana pinjaman.

Sasar 614 Ribu Penduduk di 10 Kecamatan di wilayah selatan

Rusdi menjelaskan, pembangunan RSUD Purwodadi bertujuan memperluas akses layanan kesehatan bagi sekitar 614 ribu penduduk di 10 kecamatan wilayah selatan Kabupaten Pasuruan.

Sepuluh kecamatan tersebut meliputi Purwodadi, Purwosari, Wonorejo, Kejayan, Sukorejo, Prigen, Puspo, Pasrepan, Tutur, dan Tosari.

Rumah sakit itu direncanakan berdiri di atas aset milik pemerintah daerah di Kecamatan Purwodadi. Fasilitas tersebut akan menjadi rumah sakit rujukan bagi puskesmas dan klinik kesehatan di kawasan selatan.

Menurut Rusdi, keberadaan RSUD Purwodadi diharapkan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit di luar daerah. Selama ini, warga dari Purwodadi, Tutur, dan Tosari masih mengandalkan rujukan ke wilayah Lawang, Kabupaten Malang.

RSUD Purwodadi direncanakan memiliki kapasitas hingga 200 tempat tidur pasien rawat inap saat beroperasi penuh.

Sebagai gambaran potensi pendapatan, Rusdi menyebut RSUD Grati yang memiliki kapasitas 150 tempat tidur mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp90 miliar per tahun.

Namun, potensi pendapatan tersebut belum dengan sendirinya menjamin RSUD Purwodadi akan mencapai kinerja keuangan serupa. Pencapaian pendapatan rumah sakit baru akan bergantung pada kesiapan fasilitas, ketersediaan tenaga medis, jumlah pasien, jenis layanan, serta mekanisme pembayaran pelayanan kesehatan.

Siapkan Rekrutmen Tenaga Kerja

Selain memperluas akses layanan kesehatan, pemerintah daerah menargetkan pembangunan RSUD Purwodadi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan.

Rusdi mengatakan, penyiapan sumber daya manusia akan dilakukan bersamaan dengan proses pembangunan rumah sakit. Kebutuhan tenaga kerja mencakup manajemen rumah sakit, dokter umum dan spesialis, perawat, tenaga kesehatan lainnya, tenaga administrasi, petugas kebersihan, hingga pekerja sektor pendukung seperti kantin UMKM.

Ia menyebut rekrutmen tenaga kerja akan diprioritaskan bagi warga Kabupaten Pasuruan.

Pembangunan rumah sakit itu juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru melalui aktivitas pelayanan kesehatan dan usaha pendukung di sekitarnya.

Di sisi lain, besarnya investasi yang dibutuhkan membuat kesiapan operasional perlu menjadi perhatian. Pengadaan peralatan medis, pemenuhan tenaga spesialis, serta biaya operasional akan menentukan kemampuan rumah sakit memberikan layanan sekaligus menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.

UHC Prioritas Diklaim Tetap Dipertahankan

Rusdi juga memastikan program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas tetap dipertahankan meskipun pemerintah daerah merencanakan pinjaman untuk pembangunan rumah sakit.

Ia menyatakan, kehadiran RSUD Purwodadi akan melengkapi layanan rujukan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan. Rumah sakit tersebut juga direncanakan dilengkapi helipad untuk mendukung program ambulans udara.

Meski demikian, keberlanjutan UHC dan pembangunan RSUD Purwodadi memiliki kebutuhan pembiayaan yang perlu dikelola secara bersamaan. Pemerintah daerah perlu memastikan alokasi anggaran pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap terjaga, sementara kewajiban pembayaran pinjaman dapat dipenuhi sesuai jadwal.

“UHC prioritas tetap kita pertahankan, dan layanan rujukan kita akan semakin lengkap karena RSUD Purwodadi nantinya akan dilengkapi helipad yang akan mendukung program presiden yaitu ambulans udara,” ujar Rusdi. (Fir)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.