Omzet Pedagang Naik Saat Seven Beaches Festival, Pariwisata Probolinggo Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi

17

Probolinggo (WartaBromo.com) – Festival Seven Beaches di Kabupaten Probolinggo mulai menunjukkan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Sejumlah pedagang mengaku mengalami kenaikan pendapatan selama kegiatan yang berlangsung pada 7–15 November 2026 tersebut. Pemerintah daerah pun berharap festival ini menjadi pintu masuk untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

Salah satu pelaku UMKM, Avendra Putri, merasakan langsung peningkatan penjualan selama festival berlangsung. Jika pada hari biasa omzetnya berkisar Rp200 ribu, saat festival pendapatannya bisa melampaui Rp500 ribu.

“Penjualan selama festival jauh lebih ramai dibandingkan hari biasa. Pendapatan saya bisa meningkat lebih dari dua kali lipat,” ujar Putri.

Pengalaman tersebut menjadi gambaran potensi ekonomi yang dapat tumbuh ketika kunjungan wisata meningkat. Dampaknya tidak hanya menyentuh pedagang makanan dan produk lokal, tetapi juga pengelola penginapan, restoran, penyedia jasa perjalanan, hingga usaha parkir di sekitar destinasi.

Festival Seven Beaches resmi dibuka di Pantai Bentar, Kecamatan Gending, Sabtu (7/11/2026). Bupati Probolinggo Mohammad Haris membuka kegiatan yang mengangkat tujuh destinasi pantai unggulan di wilayahnya.

Melalui agenda tersebut, Pemkab Probolinggo berupaya memperluas daya tarik wisata sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat di kawasan pesisir. Pariwisata diharapkan tidak berhenti sebagai sektor hiburan, melainkan menjadi sumber penghasilan yang melibatkan banyak lapisan masyarakat.

Tujuh destinasi yang masuk dalam rangkaian festival tersebut adalah Pantai Bentar, Pantai Bahak, Pantai Bohay, Pantai Klasik, Pantai Greenting, Pantai Duta, serta kawasan wisata Pulau Gili Ketapang.

Berbagai kegiatan disiapkan untuk menarik kunjungan wisatawan. Pembukaan festival, misalnya, diwarnai pertunjukan sendratari bertema kehidupan nelayan, parade batik khas Probolinggo, serta Tari Seribu Glipang yang melibatkan sekitar 1.000 penari dari kalangan pelajar hingga guru.

Selain menjadi sarana promosi wisata, kegiatan tersebut turut memberi ruang bagi seniman, desainer, dan perajin lokal untuk memperkenalkan karya mereka. Salah satunya busana bertajuk Ratu Segara, hasil kolaborasi desainer Umar dengan perajin batik setempat.

Umar mengatakan, busana tersebut dikerjakan selama sekitar satu bulan. Proses penyelesaiannya bahkan berlangsung hingga menjelang penampilan.

“Karya ini menjadi hasil kolaborasi dan kerja keras para perajin. Kami ingin menampilkan sesuatu yang merepresentasikan kekayaan lokal,” katanya.

Bupati Mohammad Haris mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan pelaku kreatif dalam penyelenggaraan festival. Menurut dia, pengembangan pariwisata perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan potensi daerah.

Pemkab Probolinggo juga berharap rangkaian festival berbasis potensi alam dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Sebelumnya, pemerintah daerah menggelar Festival Seven Lakes yang mengangkat potensi tujuh danau di Kecamatan Tiris.

Haris menilai, pengembangan destinasi wisata perlu dirancang saling terhubung agar wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk tinggal lebih lama di Kabupaten Probolinggo. Dengan begitu, belanja wisatawan berpeluang menjangkau lebih banyak pelaku usaha.

Meski demikian, pemerintah daerah belum menetapkan target nilai transaksi atau perputaran uang selama Festival Seven Beaches. Karena itu, besaran dampak ekonomi secara keseluruhan masih perlu diukur melalui data kunjungan dan aktivitas usaha selama kegiatan berlangsung.

Tantangan berikutnya adalah menjaga agar peningkatan pendapatan pedagang tidak hanya terjadi saat festival. Pengelolaan destinasi, aksesibilitas, fasilitas wisata, serta promosi yang konsisten dibutuhkan agar kunjungan tetap tumbuh setelah acara berakhir.

Dengan pengembangan tersebut, tujuh pantai yang diperkenalkan melalui festival diharapkan mampu menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Festival pun tidak sekadar menghadirkan keramaian sesaat, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun pariwisata yang memberi manfaat langsung bagi warga. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.