Sebelum Mundur, Nanik Tinggalkan Agenda Reformasi Besar di Badan Gizi Nasional

24

Pasuruan (WartaBromo.com) – Di balik keputusan mengundurkan diri sebagai Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang mengungkapkan sejumlah agenda reformasi yang telah mulai dijalankan untuk memperbaiki tata kelola lembaga tersebut.

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya @Naniek Sudaryati Deyang pada Rabu (22/7/2026), Nanik menyebut berbagai pembenahan telah dilakukan sebagai fondasi penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depan.

Salah satu langkah yang telah ditempuh ialah mengganti lima pejabat eselon I BGN. Menurut Nanik, pejabat baru tersebut berasal dari lima kementerian dan lembaga, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kejaksaan.

Langkah itu dilakukan untuk memperkuat tata kelola BGN dengan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing.

“Dengan diambil dari berbagai kementerian dan lembaga maka ke depan BGN akan diisi oleh orang-orang profesional di bidangnya,” tulis Nanik.

Tak hanya melakukan penyegaran pejabat, BGN juga membentuk 11 tim reformasi yang bertugas melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Tim-tim tersebut menangani berbagai aspek, mulai dari refocusing penerima manfaat agar bantuan semakin tepat sasaran, evaluasi terhadap 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, penguatan pelaksanaan MBG di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), hingga penyusunan langkah efisiensi program.

Nanik menjelaskan, salah satu fokus utama reformasi adalah memastikan lebih dari 62 juta penerima manfaat saat ini benar-benar sesuai dengan sasaran program. Ia juga mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui agar pelaksanaan MBG lebih diprioritaskan kepada kelompok 3B, yakni balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.

Selain itu, prioritas juga diberikan kepada siswa SD, SMP, hingga peserta didik di kawasan 3T yang dinilai membutuhkan intervensi gizi lebih besar.

Agenda reformasi tersebut menjadi salah satu warisan yang ditinggalkan Nanik sebelum akhirnya memutuskan mundur dari jabatan Kepala BGN karena alasan kesehatan dan menjalani pengobatan jantung di luar negeri. (Jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.