Pasuruan (WartaBromo.com) – Bubaran kegiatan Pencak Dor di wilayah Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, berujung sejumlah kejadian yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satunya aksi warga yang diduga melakukan penghakiman terhadap sejumlah orang yang tengah melakukan konvoi di wilayah Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.
Kegiatan Pencak Dor tersebut digelar di halaman dalam Pondok Pesantren Darul Mafatihil Ulum, Dusun Podokaton, Desa Bayeman, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (18/8/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB.
Namun, setelah kegiatan berakhir, sejumlah kejadian dilaporkan terjadi di beberapa wilayah.
Salah satunya terekam kamera CCTV di wilayah Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Dalam rekaman tersebut terlihat aksi sejumlah warga yang diduga melakukan penghakiman terhadap orang-orang yang tengah melakukan konvoi usai menghadiri kegiatan Pencak Dor.
Polsek Gadingrejo kemudian mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Keduanya masing-masing berinisial MV (19), warga Tambaan, Kecamatan Panggungrejo, dan RD (18), warga Gedangan, Sidoarjo.
“Keduanya dibawa ke Polres Pasuruan Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Aipda Junaedi, Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Rabu (19/8/2026).
Sementara itu, Polsek Pohjentrek menerima laporan terkait dugaan pengeroyokan yang terjadi di sekitar Gapura Gudang Garam, Desa Warungdowo.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, RZ (23), warga Ngabar, Kecamatan Kraton, baru pulang setelah menonton acara Pencak Dor di wilayah Podokaton.
Dalam perjalanan, RZ berpapasan dengan sekelompok massa yang tengah melakukan konvoi di sekitar Gapura Gudang Garam. RZ kemudian dihentikan oleh rombongan tersebut dan diduga menjadi korban pengeroyokan serta penganiayaan.
Akibat kejadian itu, RZ mengalami luka pada bagian pelipis mata sebelah kanan serta sejumlah luka di bagian tubuh lainnya.
“Untuk kejadian tersebut masih kami lakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga mengantisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi setelah kegiatan Pencak Dor,” jelas Junaedi.
Tak hanya di wilayah Gadingrejo dan Pohjentrek, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Grati.
Polsek Grati menerima informasi adanya segerombolan remaja yang diduga baru pulang setelah menonton Pencak Dor di wilayah Gondangwetan. Mereka sempat melakukan aksi pengejaran terhadap warga.
Petugas piket Polsek Grati yang mendapat informasi tersebut langsung mendatangi lokasi dan membubarkan segerombolan tersebut.
Beruntung, dalam kejadian di wilayah Grati tidak ada korban yang dilaporkan.
Polisi kini masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap rangkaian kejadian yang muncul setelah bubaran kegiatan Pencak Dor tersebut. Patroli juga diperkuat untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. (don)





















