Pasuruan (WartaBromo.com) – Setelah kurang lebih empat hari sejak Selasa (18/8/2026) malam kebakaran yang melanda jalur pendakian Gunung Arjuna Pasuruan, hari ini Jumat (21/8/2026) dilaporkan sudah mulai padam.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyampaikan bahwa hari ini pukul sejak 09:00 WIB api disejumlah titik sudah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan.
Meski begitu, saat ini petugas dilapangan masih masih menyisir sejumlah lokasi yang menyisakan bara api untuk dilakukan pembasahan. Sebab, masih ditemukan bara api pada batang-batang pohon yang terbakar.
“Kondisi Api di lokasi kebakaran, Kembar 1 sudah padam, Kembar 2 sudah padam, Sabana 2 Lembah Kijang sudah padam. Saat ini masih menyisakan bara bara api di batang pohon yang terbakar yang masih memerlukan pembasahan dari udara,” kata Sugeng.
Untuk memastikan kondisi benar-benar aman, tim mop up dan drone masih digerakkan ke lokasi kebakaran. Sebanyak 12 personel diturunkan untuk melakukan penyisiran terhadap area yang telah padam sekaligus mengambil data melalui drone.
Petugas juga melakukan pembasahan pada area yang berpotensi kembali terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bara api menjalar dan memicu kebakaran susulan.
“Hari ini telah mengirimkan tim Mop Up dan Drone sejumlah 12 personil ke Lokasi kebakaran dengan target Mop Up lokasi yang sudah padam dan pengambilan data melalui Drone,” jelas Sugeng.
Sementara itu, sebanyak 29 personel pemadaman darat masih bertahan di lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan terhadap titik-titik yang masih menyisakan bara.
“Personil pemadaman darat yang masih berada di lokasi kebakaran saat ini Total 29 Personil,” pungkasnya.
Diketahui dalam penanganan kebakaran tersebut, pemadaman darat melalui Posko Sumber Brantas sebelumnya mengerahkan 60 personel. Sementara dari jalur Putuk Elang Pasuruan dikerahkan 18 personel.
Dengan demikian, total personel pemadaman darat yang dikoordinasikan Tahura Raden Soerjo mencapai 78 personel.
Unsur yang terlibat dalam pemadaman darat meliputi Tahura Raden Soerjo melalui Polisi Kehutanan (Polhut) dan Manggala Agni, Koramil Bumiaji, Perhutani, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan.
Sementara di Posko Sumber Brantas, unsur yang terlibat terdiri dari Dinas Kehutanan, Tahura Raden Soerjo, BPBD Kota Batu, PMI, Tagana Dinsos, ORARI, MPA, dan relawan. (Fir)





















