Ada Begal Bokong di Desa Andonosari -Tutur, Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku

13

Tutur (WartaBromo.com) – Kaum ibu di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, kini dihantui keresahan akibat aksi pelecehan seksual di jalanan. Pelaku disebut membuntuti perempuan yang melintas sebelum tiba-tiba menyentuh bagian sensitif tubuh korban, termasuk payudara hingga bokong.

Keresahan itu mencuat setelah dua warga melaporkan kejadian yang mereka alami ke Pemerintah Desa Andonosari pada Senin (21/9/2026) lalu. Setelah informasi tersebut disebarkan ke sejumlah dusun dan wilayah sekitar, jumlah warga yang mengaku menjadi korban bertambah hingga sekitar 10 orang.

Kepala Desa Andonosari, Ahmad Pujianto, mengatakan aksi tersebut diduga sudah terjadi lebih dari sekali dan kemungkinan berlangsung cukup lama. Namun, kejadian-kejadian itu baru terungkap setelah dua warga berani melapor.

Dari penelusuran informasi di tingkat warga, delapan perempuan lainnya kemudian mengaku pernah mengalami kejadian serupa. Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Kecamatan Tutur, termasuk Andonosari, Wonosari, Tutur, Palangsari hingga Gendro.

Identitas seluruh korban disamarkan demi menjaga privasi.

Modus pelaku disebut hampir sama. Pelaku menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor, mengenakan jaket dan masker untuk menutupi identitas.

Pelaku kemudian mengintai perempuan yang melintas. Saat kondisi dianggap memungkinkan, pelaku mendekati korban dan melakukan pelecehan dengan menyentuh bagian sensitif tubuh korban. Setelah itu, pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi.

“Modusnya di jalanan, melakukan aksi pelecehan itu. Saat kejadian juga korban sempat mengejar namun gagal,” kata Antok, sapaan akrab kades tersebut, Jumat (25/9/2026).

Aksi tersebut disebut lebih sering terjadi pada siang hari. Kondisi itu membuat sejumlah ibu-ibu kini merasa waswas ketika harus bepergian seorang diri.

Antok mengatakan keresahan warga semakin terasa karena setelah informasi pertama disampaikan, justru muncul laporan-laporan lain dari perempuan yang mengaku mengalami kejadian serupa.

“Awalnya ada dua orang yang melapor. Setelah disampaikan ke beberapa dusun, ternyata bertambah menjadi sekitar 10 orang,” katanya,

Pihak desa telah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat untuk menindaklanjuti laporan dan keresahan warga. Desa berharap pelaku segera teridentifikasi dan diamankan agar aksi serupa tidak kembali terjadi.

Warga juga diminta lebih waspada ketika melintas sendirian, terutama di lokasi yang sepi. Mereka yang pernah mengalami kejadian serupa diharapkan segera melapor sehingga kasus tersebut dapat ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Jumlah korban sendiri masih memungkinkan bertambah. Sebab, setelah informasi mengenai aksi pelecehan tersebut menyebar, warga yang sebelumnya memilih diam mulai berani menceritakan kejadian yang mereka alami. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.