Bangil (WartaBromo.com) – Perbaikan jalur kreta api Bangil – Pasuruan mengakibatkan kemacetan panjang dijalur nasional Surbaya – Probolinggo dan arus sebaliknya. Berdasarkan pantauan langsung dilokasi pada Rabu (4/11/2026) sore, kemacetan dari kedua jalur terjadi hingga sepanjang 3 kilo meter.
Kemacetan panjang itu diakibatkan karena kendaraan khususnya roda dua mengalami kesulitan saat melintasi jalur kreta api yang dipenuhi dengan material batu krikil.
Barul, salah satu warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk bekerja menyampaikan keluhannya. Menurutnya kondisi itu sangat membahayakan bagi para pengguna jalan, khususnya roda dua.
Dia mengaku selama beberapa hari terakhir ini selain harus menghadapi kemacetan panjang saat berangkat dan pulang kerja, dirinya juga selalu ketakutan saat melintasi jalur tersebut.
“Sudah beberapa hari ini saat berangkat dan pulang kerja selalu macet panjang, belum lagi saat melintasi rel harus ekstra hati-hati agar tidak terpeleset,” katanya saat dimintai keterangan dilokasi rel kreta api Latek.
Keluhan serupa juga disampaikan Adi, warga Surabaya yang juga setiap hari melintasi jalur Latek untuk bekerja.
Ia berharap perbaikan jalur kreta itu segera rampung.
“Kalau memang dalam perbaikan, mohon dipercepatlah, jangan terus dibiarkan seperti ini, sangat membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi sebelumnya, perbaikan jalur kreta itu telah dimulai sejak Jumat (30/10/2026) dan ditargetkan selesai pada 13 November 2026.
Perbaikan itu dilakukan untuk peningkatan batas kecepatan kereta api pada petak jalan Pasuruan–Bangil dari 70 kilometer per jam menjadi 110 kilometer per jam.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan peningkatan kualitas jalur menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api.
“Peningkatan kualitas jalur tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api,” ujar Cahyo, Rabu (28/10/2026).
Selama pekerjaan berlangsung, akses kendaraan akan diatur secara bertahap. Area perlintasan dibagi menjadi tiga segmen, yakni A, B, dan C, yang berkaitan dengan lajur I, II, dan III. Ketika satu segmen dikerjakan, kendaraan akan diarahkan melewati segmen lain yang masih bisa digunakan.
Dengan pengaturan tersebut, kendaraan dari kedua arah diharapkan tetap dapat melintas meski berpotensi mengalami perlambatan. KAI berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat untuk membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.
“Kami memahami bahwa pekerjaan di perlintasan dapat memengaruhi kelancaran perjalanan pengguna jalan. Karena itu, pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan pengaturan lalu lintas bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat agar akses masyarakat tetap terlayani dengan mengutamakan keselamatan,” jelas Cahyo. (Fir)





















