Tanpa Adu Keras Sound, Pasuruan Carnival 2026 Sukses Pamerkan Budaya 24 Kecamatan

22

Bangil (WartaBromo.com) – Pasuruan Carnival 2026 mendapat perhatian tersendiri. Di tengah maraknya pawai dengan pengeras suara berukuran besar, karnaval dalam rangka Hari Jadi ke-1097 Kabupaten Pasuruan ini justru tampil tanpa dominasi truk sound horeg.

Pasuruan Carnival yang digelar di kawasan Bangil, Minggu (20/9/2026), lebih banyak menyuguhkan tarian, kostum tradisional, aksi teatrikal hingga cerita sejarah dan potensi lokal dari berbagai wilayah Kabupaten Pasuruan.

Pengeras suara yang digunakan sejumlah peserta pun relatif sederhana. Sebagian besar dibawa menggunakan kendaraan pikap, bukan truk besar dengan perangkat sound system berukuran masif.

Konsep tersebut mendapat apresiasi karena panggung utama karnaval tetap berada pada kreativitas peserta, bukan sekadar adu keras suara.

Karnaval budaya ini dibuka langsung oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dari depan Alun-alun Bangil. Sebanyak 39 kontingen ambil bagian dalam kegiatan yang melibatkan perwakilan 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan serta desa dan kelurahan di Kecamatan Bangil.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa mengatakan, 39 kontingen tersebut terdiri dari perwakilan 24 kecamatan, 11 kelurahan dan 4 desa di Kecamatan Bangil.

Selain itu, sejumlah komunitas seni dan budaya, sekolah atau lembaga pendidikan serta elemen masyarakat lainnya turut ambil bagian.

“Kalau jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 39 peserta/kontingen dari 24 kecamatan, 11 kelurahan dan 4 desa yang ada di Kecamatan Bangil dengan berbagai penampilan dan kreativitas yang menggambarkan potensi seni, budaya, sejarah, pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Pasuruan,” jelas Agus.

Beragam penampilan disajikan peserta. Tarian tradisional, kostum khas daerah, hingga aksi teatrikal menjadi bagian dari atraksi yang ditampilkan sepanjang jalur karnaval.

Konsep tersebut membuat masing-masing wilayah memiliki ruang untuk menunjukkan identitas dan kekhasannya. Sejumlah peserta bahkan memasukkan cerita sejarah dan potensi daerah dalam penampilan mereka.

Pasuruan Carnival juga dibagi menjadi empat sesi. Sesi pertama berlangsung sejak pagi hingga jeda salat Zuhur. Dilanjutkan sesi kedua hingga jeda salat Asar, sesi ketiga sampai jeda salat Magrib dan sesi keempat dimulai setelah salat Isya hingga seluruh rangkaian selesai.

“Kami perkirakan karnaval selesai pukul 7-8 malam, mohon doanya agar lancar semuanya,” imbuh Agus.

Selain menjadi ruang pertunjukan budaya, Pasuruan Carnival juga menjadi ajang penilaian. Dewan juri disiapkan untuk menentukan pemenang mulai dari kategori Harapan III, Harapan II, Harapan I hingga Juara III, Juara II dan Juara I Pasuruan Carnival.

Aspek yang dinilai antara lain kostum, aksi teatrikal, kesesuaian tema hingga pesan yang disampaikan masing-masing kontingen.

“Nanti akan ditentukan siapa yang layak menjadi jawara, langsung akan diumumkan di hari ini juga dan akan kita share di media sosial resmi Disparbud dan Pemkab Pasuruan,” terang Agus.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo memberikan apresiasi terhadap kreativitas seluruh peserta.

Menurutnya, masing-masing peserta mampu menunjukkan kekhasan wilayahnya sekaligus mengemas cerita sejarah dalam pertunjukan.

“Terima kasih untuk semua peserta yang luar biasa. Saya sangat bangga pada anda semua. Matur nuwon Camat, Kades, Lurah sampai sekolah atau lembaga yang tampil habis-habisan dalam Pasuruan Carnival 2026,” ucapnya.

Rusdi juga mengajak generasi muda Kabupaten Pasuruan untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam pembangunan daerah. Kreativitas, budaya dan teknologi dinilainya dapat menjadi bagian penting dalam memperkenalkan potensi daerah.

“Jadikan kreativitas sebagai kekuatan. Jadikan budaya sebagai identitas. Dan jadikan teknologi sebagai sarana untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Pasuruan kepada masyarakat yang lebih luas,” ajaknya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, organisasi perangkat daerah, aparat keamanan, peserta, komunitas, pelaku usaha hingga masyarakat yang berada di sepanjang jalur karnaval.

Rusdi berharap Pasuruan Carnival tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memberikan dampak terhadap masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor ekonomi di sekitar lokasi kegiatan.

“Saya berharap kegiatan ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk bagi pelaku UMKM dan sektor ekonomi di sekitar lokasi kegiatan,” katanya.

Ia berharap Pasuruan Carnival dapat terus menjadi ruang untuk mempertemukan keberagaman budaya sekaligus mendorong kreativitas masyarakat.

“Mari kita jadikan Pasuruan Carnival sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan. Mari kita tunjukkan bahwa keberagaman budaya dan kreativitas masyarakat Kabupaten Pasuruan adalah kekuatan yang menyatukan kita. Dari Pasuruan, untuk Indonesia. Dari budaya, lahir kreativitas. Dari kreativitas, tumbuh ekonomi. Pasuruan Bangkit, bersama kita bisa,” pungkasnya. (red/*)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.