Seven Beaches Festival Dibuka, Upaya Probolinggo Mengubah Potensi Pantai Menjadi Penggerak Ekonomi Warga

41

Probolinggo (WartaBromo.com) – Pemerintah Kabupaten Probolinggo mulai mengembangkan potensi wisata bahari sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melalui Seven Beaches Festival 2026, tujuh destinasi pantai diperkenalkan untuk menarik wisatawan sekaligus membuka peluang usaha bagi warga pesisir.

Festival tersebut dibuka Bupati Probolinggo Mohammad Haris di Pantai Bentar, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 15 November 2026 itu melibatkan pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, serta masyarakat.

Bupati yang akrab disapa Gus Haris itu mengatakan, pengembangan wisata pantai harus memberikan dampak langsung terhadap kehidupan ekonomi masyarakat. Karena itu, festival tidak hanya diarahkan sebagai ajang promosi destinasi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.

“Pariwisata harus membawa manfaat bagi masyarakat. Ketika wisatawan datang, UMKM, pedagang, dan pengelola penginapan juga harus merasakan dampaknya,” kata Gus Haris.

Tujuh destinasi yang menjadi bagian dari festival tersebut adalah Pantai Bahak, Pulau Gili Ketapang, Pantai Bentar, Pantai Klasik, Pantai Duta, Pantai Greenthing, dan Pantai Bohay.

Setiap pantai memiliki daya tarik dan rangkaian kegiatan berbeda. Pemerintah daerah berharap penyelenggaraan festival dapat memperluas pilihan wisata sekaligus mengenalkan potensi pesisir Kabupaten Probolinggo kepada masyarakat luas.

Penyelenggaraan Seven Beaches Festival juga mengandalkan kolaborasi dengan dunia usaha. Langkah ini ditempuh karena pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran untuk mengembangkan seluruh destinasi secara bersamaan.

Pemkab Probolinggo menggandeng perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR). Sejumlah mitra yang terlibat di antaranya Semen Indonesia, PT Sasa Inti, YTL, PLN Nusantara Power, PTPN, BRI, BSI, dan Bank Jatim.

Gus Haris menjelaskan, perusahaan dilibatkan sebagai mitra pendukung bagi masing-masing destinasi. Dengan pola tersebut, pengembangan kegiatan wisata diharapkan tidak hanya bergantung pada anggaran daerah.

“Kolaborasi menjadi kunci agar potensi wisata bisa dikembangkan bersama. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing,” ujarnya.

Direktur Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BP BUMN Edy Eko Cahyono mengatakan, dukungan perusahaan diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat pesisir.

Menurut dia, keterlibatan BUMN juga diarahkan pada penguatan infrastruktur, sarana wisata, serta pemberdayaan UMKM.

Selain mengembangkan wisata pantai, Pemkab Probolinggo menyiapkan konsep pengembangan pariwisata yang menghubungkan kawasan pegunungan, perbukitan, dan pesisir.

Konsep tersebut dikenal dengan sebutan 3B, yakni Bromo untuk wisata pegunungan, Bermi sebagai kawasan perbukitan, dan Bentar untuk wisata pantai.

Gus Haris berharap konsep itu mampu memperpanjang waktu kunjungan wisatawan di Kabupaten Probolinggo. Wisatawan diharapkan tidak hanya datang untuk menikmati satu objek wisata, tetapi juga menjelajahi destinasi lainnya.

“Kami ingin wisatawan bisa tinggal sampai tiga hari. Ada wisata gunung, pantai, dan danau yang dapat dinikmati dalam satu perjalanan,” katanya.

Meski demikian, pengembangan pariwisata tersebut masih membutuhkan pembenahan infrastruktur. Akses menuju sejumlah destinasi menjadi salah satu pekerjaan rumah yang akan ditangani secara bertahap.

Pemkab Probolinggo juga belum menetapkan target khusus jumlah pengunjung maupun nilai transaksi ekonomi selama festival berlangsung. Pemerintah daerah masih perlu mengukur dampak kegiatan yang tersebar di sejumlah wilayah tersebut.

Pembukaan festival dimeriahkan Tari Glipang kolosal yang melibatkan sekitar 1.000 penari. Sejumlah kegiatan lain turut dijadwalkan, antara lain urban run di Pulau Gili Ketapang, paralayang, menyelam, snorkeling, dan motocross.

Untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, Polres Probolinggo menyiagakan personel pengamanan di sekitar lokasi festival.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, pengamanan dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan wisatawan.

“Kami mengajak seluruh pengunjung menjaga ketertiban dan keselamatan selama festival berlangsung,” ujarnya.

Melalui Seven Beaches Festival, pemerintah daerah berharap wisata pesisir semakin dikenal dan mampu menjadi sumber ekonomi baru. Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan destinasi agar manfaat pariwisata tetap dirasakan masyarakat setelah festival berakhir. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.