BPJAMSOSTEK Raih Penghargaan Investment Governance Award 2020 dari ASSA  

850
PENGHARGAAN: Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto menerima penghargaan Invesment Governance Award 2020.

 

Jakarta (Wartabromo.com) – BPJAMSOSTEK atau BPJS Ketenagakerjaan kembali meraih penghargaan. Penghargaan yang diraih BPJAMSOSTEK kali ini untuk kategori Investment Governance Award tahun 2020 oleh ASEAN Social Security Association (ASSA) pada Rabu (9/12).

Penganugerahan dilaksanakan di Phnom Penh, Kamboja. Yakni oleh National Social Security Fund Cambodia selaku tuan rumah, kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui webinar ASSA Board Meeting tahun 2020. Dihadiri oleh seluruh negara anggota ASSA yang berjumlah 10 negara dan 20 institusi jaminan sosial.

Penghargaan ini diserahkan secara virtual oleh Chairman ASSA yang merupakan Managing Director dari Employee Trust Fund (ETF) Brunei Darussalam kepada Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto yang didampingi jajaran Direksi.

Saat menerima penghargaan, Agus Susanto menyatakan penghargaan ini menjadi motivasi bagi semua pihak terutama Direktorat Pengembangan Investasi BPJAMSOSTEK dalam mengedepankan pentingnya pengelolaan dana yang baik untuk memastikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada setiap pekerja berjalan sesuai dengan harapan.

VIRTUAL: Penganugerahan diikuti seluruh negara anggota ASSA secara virtual dan dilaksanakan di Kamboja.

“Ini merupakan wujud apresiasi ASSA atas upaya BPJAMSOSTEK dalam mengelola dana pekerja secara terukur dan governance,” tegas Agus.

Penghargaan ini diraih oleh BPJAMSOSTEK atas upayanya dalam menegakkan prinsip kehati-hatian atau Good Governance (GG) dan bebas dari intervensi dalam penetapan kebijakan operasional investasi.

Kebijakan tersebut diantaranya pengelolaan dana pekerja yang menggunakan mekanisme dynamic asset allocation dengan mempertimbangkan asset liability management. BPJAMSOSTEK juga telah memiliki protokol jika terjadi krisis terkait investasi yang disebabkan kondisi perekonomian Indonesia.

BPJAMSOSTEK juga mengimplementasikan ISSA Guidelines on Investment in the Social Security Funds antara lain: investment structures, principles and beliefs, investment strategy, investment processes, monitoring investment management, dan investment governance and investment performance. Monitoring dan supervisi selalu dilakukan secara terus menerus untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi.

Seluruh aktivitas investasi selalu didokumentasikan dan dikelola dengan baik oleh manajer investasi sebagai bukti pendukung dan basis pelaporan data.

Selanjutnya Direktur Pengembangan Investasi, Amran Nasution yang turut hadir menambahkan, selain senantiasa menerapkan GG, Direktorat Pengembangan Investasi BPJAMSOSTEK juga selalu berusaha melakukan efisiensi biaya. Seperti efisiensi biaya transaksi untuk investasi saham, obligasi dan reksadana yang telah diterapkan sejak Maret 2017 silam. Besaran efisiensi transaksi yang dilakukan mencapai 50% – 75%.

“Efisiensi ini perlu dilakukan karena dengan jumlah dana yang semakin besar, maka perlu diimbangi dengan biaya transaksi yang semakin efisien. Dampak dari efisiensi ini sangat signifikan bagi peningkatan dana peserta”, tambah Amran.

Kinerja investasi dana pengelolaan BPJAMSOSTEK juga tumbuh signifikan, tentunya dengan didorong juga oleh peningkatan iuran, sehingga pertumbuhan dana kelolaan selama 5 tahun terakhir mencapai 109,4% CAGR (Compound Annual Growth Rate) atau dari Rp 206,05 Triliun pada tahun 2015 menjadi Rp 431,67 Triliun pada tahun 2019.

Pada 30 November 2020, BPJAMSOSTEK mencatatkan total portofolio dana investasi berjumlah Rp 472,9 triliun dengan jumlah hasil investasi sebesar Rp 28,9 triliun. Jika dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama, dana investasi BPJAMSOSTEK ini tumbuh sebesar 12,9% dan hasil investasi tumbuh 8%. Sementara untuk Yield of Investment (YOI) yang diperoleh BPJAMSOSTEK pada 30 November 2020 mencapai sebesar 7,29% (annualized).

Amran menjelaskan, meski di tengah kondisi investasi global yang lesu akibat pandemi Covid-19, pihaknya terus mengupayakan yang terbaik bagi peserta, dengan melakukan penempatan dana dengan tepat berdasarkan regulasi dan berpatokan pada protokol Krisis Investasi.

Amran menambahkan, investasi BPJAMSOSTEK juga turut mendukung likuiditas keuangan dalam negeri dan pertumbuhan ekonomi daerah dengan melakukan penempatan dana pada bank-bank Himbara dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan total penempatan dana pada 30 November 2020 sebesar Rp 53,3 triliun atau setara dengan 11,2% dari total portofolio,” ungkapnya.

BPJAMSOSTEK, lanjutnya, juga turut mendukung likuiditas pasar obligasi dalam negeri dengan secara aktif melakukan pembelian obligasi pemerintah konvensional dan syariah dengan total penempatan dana pada 30 November 2020 mencapai Rp307,6 triliun atau setara dengan 65% dari total portofolio investasi BPJAMSOSTEK. Begitu pula dengan bobot saham yang mayoritas ditempatkan pada saham kelompok LQ 45 yaitu sebesar 97,27%.