Awan Panas Semeru Meluncur 4 Kilometer, Kolom Abu Capai 500 Meter

12

Lumajang (Wartabromo.com) – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (6/11/2026) sore. Kali ini, erupsi disertai awan panas guguran yang meluncur sejauh sekitar 4 kilometer ke arah tenggara.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, erupsi terjadi pada pukul 16.57 WIB. Selain awan panas, aktivitas vulkanik tersebut juga memicu semburan kolom abu setinggi sekitar 500 meter di atas puncak atau mencapai 4.176 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Sementara itu, arah sebarannya condong ke tenggara.

Aktivitas erupsi tersebut juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter. Getaran berlangsung selama kurang lebih 5 menit 48 detik.

Dengan adanya aktivitas tersebut, Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga.

Melalui pesan tertulis, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

PVMBG melarang seluruh aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi kawasan sempadan sungai sejauh 500 meter dari tepi Besuk Kobokan. Sebab, wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat mencapai jarak 17 kilometer dari puncak.

Tak hanya itu, masyarakat dan wisatawan juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan tersebut masih berbahaya karena berpotensi terjadi lontaran batu pijar.

PVMBG juga mengingatkan warga agar mewaspadai ancaman awan panas guguran, guguran lava, serta banjir lahar di sejumlah aliran sungai.

Ancaman tersebut terutama perlu diwaspadai di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, aliran sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan juga berpotensi dilanda lahar.

Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi tersebut dan tidak mendekati kawasan rawan bencana demi menghindari risiko akibat peningkatan aktivitas Gunung Semeru.

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.