Gadis Bersisik Akhirnya Diperbolehkan Pulang

0
94

Kraksaan (wartabromo.com) – Setelah mendapat perawatan secara intensif selama 5 hari di RSUD Waluyojati Kraksaan, Nuraini (21), akhirnya pulang pada Selasa (14/2/2017). Gadis asal Desa Gunung Geni, Kecamatan Banyuanyar, yang menderita Stephen Jhonson  Syndrome (SJS) ini dinyatakan sembuh oleh dokter.

Humas RSUD Waluyojati Kraksaan Sugianto, mengatakan kondisi kulit yang sebelumnya mengeras, pecah-pecah dan mengelupas sehingga bersisik seperti ular, sudah pulih. Meski, kondisnya tidak kembali 100 persen seperti sedia kala.

“Sudah dinyatakan sembuh oleh dokter spesialis kulit,” tuturnya.

IMG-20170214-WA0060

Dalam pantauan wartabromo.com, kondisi tubuh putri tunggal pasangan Kasmita (44) dan almarhum Suparman ini, lebih  bersih dibandingkan waktu pertama kali dibawa ke rumah sakit. Sisik-sisik hitam di mukanya sudah hilang, begitu juga luka dibibirnya. Sementara dibagian tangan, kaki dan tubuh lainnya masih terdapat bercak. Bercak hitam ini merupakan sisa-sisa kulit yang mengelupas.

“Meski sudah dinyatakan sembuh, Nuraini masih harus mengkonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter. Ia juga diwajibkan kontrol seminggu sekali ke rumah sakit, agar sembuh total,” ujar Sugianto lebih lanjut.

Menurut dr. Fransiska Sylvana, spesialis kulit RSUD Waluyojati, SJS yang diderita Nuraini karena efek samping obat epilepsi yang dikonsumsinya. Dokter Siska mengatakan ada beberapa obat kejang yang bisa memunculkan risiko alergi. Selain itu, konsumis obat epilepsi tidak teratur juga membuat parah efek sampingnya.

“Ia hanya minum saat mengalami kejang saja. Nuraini, ini butuh waktu agak lama penyembuhannya, karena sudah parah. Meski begitu penyakit ini menular kepada orang lain,” jelas dokter Siska.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, gadis piatu ini menderita kelainan kulit. Dimana sekujur tubuhnya, mulai wajah, tangan, badan hingga telapak kaki bersisik hitam seperti ular. Matanya memerah dan bibirnya pecah-pecah.

Penyakit Nuraini ini diawali dengan panas tinggi selama seminggu. Panas tinggi itu kemudian membuatnya kejang-kejang dan muncul bercak merah muka. Penyakit yang muncul sejak awal Februari itu, semakin parah. Namun oleh keluarga hanya di bawa ke pengobatan alternatif dan bidan. Karena kondisinya semakin mengkhawatirkan, ia kemudian dilarikan ke RSUD Waluyojati oleh Muspika Banyuanyar, pada Jumat (10/2/2017). (saw/saw)