Pemkot Pasuruan sebar 1294 Kartu Tani

0
100

Pasuruan (wartabromo.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan membagikan kartu tani (kartani) kepada 1294 petani. Jumlah yang diusulkan Kementerian Pertanian tersebut dimaksudkan untuk memberikan kemudahan penerima manfaat dari subsidi kebutuhan pertanian.

Walikota Pasuruan, Setiyono mengungkapkan, pembagian ini salah satu rancangan program ketahanan pangan nasional yang disebut menjadi fokus pembangunan saat ini.

“Program ini untuk memudahkan petani dalam mendapatkan subsidi pupuk,” ujar Setiyono, dalam acara pembagian kartu tani di kantor Lurah Purworejo, Kota Pasuruan, Kamis (31/8/2017).

Penerapan subsidi non tunai bagi petani ini dinilai tepat oleh Setiyono. Pasalnya, subsidi secara tunai yang sebelumnya telah lama berlangsung, kerap disalahgunakan atau bahkan tidak tepat sasaran.

Kartu ini diyakini dapat digunakan sebagai dasar pemerintah untuk memutuskan sejumlah kebijakan terkait pertanian, sehingga dipastikan sasaran yang dituju menjadi lebih terarah.

Selain itu, fasilitas di luar subsidi pupuk, kartani juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana penguatan permodalan petani melalui program KUR (Kredit Usaha Rakyat) melalui lembaga perbankan.

“Sehingga harapannya, perekonomian petani semakin baik,” tambahnya.

Sementara itu, dari jumlah 2000-an petani yang tersebar di wilayah Kota Pasuruan, Kementerian Pertanian masih memberikan kartani kepada 1294 petani penerima manfaat.

Bekerjasama dengan bank BNI, selanjutnya kartu tersebut akan dibagikan secara bertahap.

Welly Marendra, pemimpin BNI Pasuruan menjelaskan, saat ini sebanyak 878 kartu telah disebar. Penyerahan dilakukan bersamaan di empat kecamatan wilayah Kota Pasuruan, diantaranya Purworejo dan Panggungrejo (284 kartani); Bugul Kidul (185 kartani); serta Gadingrejo (409 kartani)

“Sedang sisa 416 kartani keseluruhan Kota Pasuruan, ditargetkan akan dibagikan pada awal bulan September nanti,” terang Welly Marendra.

Dengan tersebarnya kartani melalui lembaga perbankan ini, Welly memastikan subsidi pupuk akan dapat tersalurkan kepada para petani penerimanya secara tepat. Baik dari segi jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu hingga tepat harga. (ono/ono)