Ribuan Warga Hantar Pemakaman Nyai Endah Nihayati

0
2913
Penghormatan Terakhir – Ribuan warga penuhi Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Senin (23/7/2018) petang. Mereka memberikan penghormatan terakhir, diantaranya dengan menghantarkan jenasah Nyai Hj. Endah Nihayati untuk dikebumikan. Foto: Sundari Adi Wardhana.

Probolinggo (wartabromo.com) – Ribuan warga tumpah ruah di area Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Senin (23/7/2018) petang. Mereka ikut serta menghantarkan jenasah Nyai Hj. Endah Nihayati binti KH. Moh. Saifourridjal ke liang lahat.

Jenasah Nyai En, sapaan karibnya, tiba di rumah duka sekitar pukul 13.30 dari RSUD dr Moh Saleh Kota Probolinggo. Wanita yang dikenal dengan kealimannya dalam beribadah ini, baru dikebumikan seusai salat Maghrib. Dari rumah duka, saudara dan keponakannya memikul keranda jenasah menuju masjid Al-Barokah.

Usai salat maghrib, ribuan warga dan santri dengan dipimpin KH. Moh. Hasan Abdel Bar menyalati jenasah Nyai En. Setelah tahlil, ia dikebumikan di komplek pemakaman keluarga berdekatan dengan makam leluhurnya. Isak tangis haru mengiringi tahlil yang dikumandangkan sepanjang proses pemakaman.

Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, selaku pengasuh Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, menuturkan yang paling dikenal dari adik kesayangannya itu adalah ibadahnya. Ia mengatakan dibanding saudara-saudaranya yang lain, Nyai En adalah yang paling taat. Ketaatan dalam beribadah itu sudah dilakukan sejak kecil.

“Yang paling saya ingat sejak kecil adalah adik saya ini paling taat dalam mengamalkan ibadah. Baik itu ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Tak pernah sekalipun saya melihat beliau lalai. Semoga kita semua bisa meneladani amal ibadahnya,” kata ketua PWNU Jawa Timur ini, kepada para takziah.

Menurut KH. Moh Hasan Saiful Islam, beberapa hari sebelum meninggal, adiknya itu menyempatkan diri untuk berfoto dengan semua santri putri yang berada di pondok yang diasuhnya. “Fotonya bukan bersama-sama melainkan satu per satu. Mungkin itu firasat kalau dia hendak berpamitan kepada santri,” tuturnya.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, Nyai Endah Nihayati meninggal dunia RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo sekitar pukul 12.03. Pengasuh santri putri yang dikenal penyabar dan ramah ini, meninggal pasca mengalami pecah pembuluh darah karena tekanan darah tinggi. Ia meninggalkan 2 orang putra yang masih berusia remaja. (saw/saw)

Simak Videonya disini.