Band Siswa Tuna Netra Pengobar Semangat Pendidikan Pasuruan

0
4

tuna-netra-pasuruanBangil (wartabromo) – Tidak kalah dengan penampilan group-group band ngetop. Meski kelainan fisik karena tidak bisa melihat (tuna netra), alunan musik dan irama yang dimainkan group band siswa-siswa SMPLB negeri Pandaan, Kabupaten Pasuruan, terdengar rancak serta enak dinikmati, Rabu (27/5).

Tampilan mereka di Gedung Olahraga (GOR) Anoraga Raci, langsung menghentak saat rombongan Bupati Pasuruan, M Irsyad Yusuf memasuki lokasi tempat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Bupati Pasuruan-pun langsung menuju ke panggung dan mendampingi serta bernyanyi bersama group band bernama Kompak tersebut.

Selesai menyanyikan sebuah lagu, Ferry Syaifudin, vokalis yang sekaligus pemain gitar menyampaikan tampilannya.

Menariknya, yang disampaikan Ferry membuat Irsyad Yusuf dan ribuan guru serta undangan yang memenuhi GOR Anoraga Raci, tersenyum, tertawa sekaligus terenyuh dan memberikan aplaus menyemangati.

“Selanjutnya, kami mohon kepada Bupati Pasuruan, untuk berkenan naik ke panggung mendampingi group band kami,” teriak Ferry Syaifudin dengan nada tegas dan percaya diri.

Sontak Bupati Pasuruan yang masih berdiri di sampingnya dan menyertainya menyanyi sejak awal, langsung merangkul dan memberitahukan keberadaannya kepada Ferry dengan tersenyum.

Pembukaan awal yang menarik itu, membuat penampilan group band Kompak semakin semangat. Lagu-lagu dan irama yang disajikan di hadapan ribuan orang semakin rancak dan makin enak dinikmati.

Setelah penampilan group band, puncak peringatan Hardiknas ditambah lagi dengan kemeriahan tampilan penari-penari dari siswa-siswa sekolah luar biasa (SLB) penderita cacat jiwa. Keharuan membuncah dengan tampilan siswi-siswi tuna rungu dan tuna daksa yang bernyanyi dengan menggunakan isyarat tangan.

“Puncak peringatan Hardiknas ini untuk memotivasi, inovasi dan menjaga kebersamaan demi meningkatnya kualitas pendidikan di Kabupaten Pasuruan. Penampilan siswa-siswi SLB tersebut harus bisa menjadi motivasi dan inovasi bagi yang lain. Mereka saja mampu, siswa yang fisiknya sempurna harus mampu lebih bagus,” ujar Iswahyudi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. (rjo/rjo)