15:11 - Senin, 24 November 1045
Jumat, 25 Maret 2016 | 10:55

Gus Ipul Ingin Jual Pencak Silat

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, saat membuka Musyawarah dan Lokakarya Nasional IV Pencak Organisasi, di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan. WARTABROMO/ Emil

Pasuruan (wartabromo) – Pencak silat, salah satu kesenian asli tanah air, bisa disajikan ke publik, dijual dan menghasilkan uang, asalkan dibarengi dengan kreatifitas dan inovasi.

“Pertandingan bebas pencak silat sangat menarik apabila dikembangkan hingga bisa menghasilkan uang, lantaran di dalam kesenian ini ada nilai filosofi yang bisa dipetik, yakni prinsip kejujuran, keteguhan, prinsipil dan sportivitas,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, saat membuka Musyawarah dan Lokakarya Nasional IV Pencak Organisasi, di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (24/3/2016).

“Tinggal bagaimana kita bisa mengembangkan pencak silat ini menjadi lebih menarik dalam hal tontonan. Rasa berkesenian dan keindahan seni yang ada dalam pencak silat adalah suguhan untuk mata, sehingga pantas untuk dijual,” kata Gus Ipul.

Lebih lanjut ia mengatakan pencak silat yang lahir sejak 1927 merupakan salah satu kebanggaan bangsa karena lahir, tumbuh dan besar di Indonesia. Sekarang, banyak negara-negara lain yang mendirikan perguruan pencak silat. Oleh karena itu, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap mempertahankan tradisi kesenian khas ini.

“Saya tidak ingin melihat kesenian kita berkembang pesat di negara-negara lain. Jangan sampai anak cucu kita justru malah meninggalkan pencak silat dan beralih ke permainan atau game yang justru tidak mengajarkan akan seni dan budaya asli negara kita,” katanya.

Kurnia Natalia, Ketua Panitia Musyawarah menyebut pencak silat merupakan warisan budaya murni bangsa Indonesia yang mempunyai empat aspek yang tidak terpisahkan.

Pertama, aspek mental spiritual yang menggambarkan sifat dan tujuan pembentukan sikap dan mental manusia pencak silat. Kedua, aspek bela diri, menggambarkan sifat dan tujuan pembelaan diri dengan menggunakan teknik atau jurus khas Pencak Silat.

Aspek ketiga adalah seni, menggambarkan ketrampilan, keindahan dan kekayaan teknik atau jurus pencak silat yang beraneka ragam. Dan keempat, aspek olah raga, meggambarkan sifat dan tujuan keolahragaan pencak silat , baik untuk kebugaran, ketangkasan, ketahanan jasmani untuk berprestasi secara maksimal. (mil/fyd)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

Jelang Turnamen, Surabaya United Layangkan Surat Keberatan Pada Kapolresta Probolinggo