Jembatan Pajarakan Diperbaiki, Organda Minta Prioritas Akses

829

Probolinggo (wartabromo.com) – DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Probolinggo berharap buka tutup jalur di jembatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo memprioritaskan angkutan umum. Sebab minimnya jalur alternatif menyebabkan kemacetan panjang.

“Organda berharap perbaikan jembatan Pajarakan tidak menghambat laju perekonomian warga. Dengan memberi prioritas kendaraan angkutan umum orang maupun barang di jalur buka tutup. Karena kalau mobil kecil masih bisa lewat alternatif,” kata Ketua Organda Probolinggo Tommy W. Prakoso, Kamis (22/8/2019).

Tommy mengatakan angkutan umum orang yaitu bus dan MPU mempunyai jalur dan waktu yang tetap setiap trayeknya. Maka apabila ditutup total tidak bisa dialihkan jalurnya, karena akan bersinggungan dengan jalur trayek yang lainya. Selain itu, juga akan berpengaruh pada waktu tempuh dari terminal ke terminal lainnya.

Contoh bus dari Terminal Bayuangga ke Terminal Besuki juga mempunyai waktu yang tetap. Apabila satu bus terlambat sampai 15 menit, bisa jadi sudah bukan jam pemberangkatanya di terminal Besuki. Melainkan sudah waktunya bis yang di belakangnya.

“Maka sering kali terjadi, setelah titik kemacetan kendaraan akan ngebut secepat-cepatnya untuk mengejar keterlambatan waktu. Nah kondisi ini bisa membahayakan bukan? Baik bagi penumpang bis, maupun bagi pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, bisa saja pengusaha dan kru bus libur kalau ditutup total, tetapi pengguna jasanya, seperti anak sekolah, guru, pegawai, pedagang kecil, dinilainya bakal terganggu.

“Kasihan karena mereka hanya menggunakan moda angkutan tersebut,” tambah pemilik usaha otobus ini.

Dampak lainnya, menurut Tommy adalah terganggunya distribusi barang, karena terjebak dalam kemacetan panjang. Selain akan berdampak pada jadwal kedatangan, barang yang dikirim juga bisa rusak. “Kami berharap ada prioritas bagi kendaraan angkutan umum orang dan barang. Matur nuwun,” tandasnya. (cho/saw)