15:11 - Selasa, 23 November 7255
Jumat, 13 Desember 2013 | 17:15

Sering Tabrakan Kereta, Warga Taburi Rel dengan Air Kembang

kecelakaan kereta api pasuruan

Seorang warga menabur bunga tujuh rupa di perlintasan kereta api tanpa palang pintu / G. Arif Subagyo

Pasuruan (wartabromo) – Seringnya kecelakaan kereta api (KA) yang merenggut korban jiwa di perlintasan Kelurahan Kepel Kecamatan Bugulkidul Kota Pasuruan Kamis sore, membuat warga trauma.

Untuk mengusir trauma, warga menaburi perlintasan dengan air kembang. Dengan ritual itu warga berharap tak ada lagi tabrakan serupa.

“Di sini sering sekali terjadi kecelakaan kereta,” kata Jamil, warga sekitar.

Menurut Jamil, rata-rata para korban yang tertabrak kereta bukan warga kelurahan setempat. Padahal perlintasan tersebut tidak terhalang bangunan maupun pepohonan.

“Kalau orang sini sudah hafal,” jelasnya.

Yuni, warga yang lain mengatakan ritual menyirami lintasan KA dengan air kembang juga dilakukan agar arwah korban tidak mengganggu warga.

“Setiap habis kecelakaan selalu disiram air kembang,” katanya.

Dua remaja putri tewas mengenaskan usai ditabrak kereta api (KA) Mutiara Timur di perlintasan Kelurahan Kepel Kecamatan Bugulkidul Kota Pasuruan, Kamis (12/12/2013).

Insiden yang menewaskan Dini Andrianni (17) dan Laili (17) warga Desa Ranggeh Kecamatan Kondangwetan Kabupaten Pasuruan, merupakan yang kesekian kali terjadi. (fyd/fyd)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

Nikah Lagi di Momen Cantik 10-11-12-13, 17 Pengantin Lawas Sumringah

Konser NOAH di Pasuruan Dijaga Ketat Ratusan Polisi dan TNI