Dapat Anggaran Rp 4,6 Miliar, PMK Pasuruan akan Beli Mobil Baru

0
9

mobil pmkPasuruan (wartabromo) – Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pasuruan akhirnya akan segera memiliki 2 unit mobil pemadam kebakaran baru dengan kapasitas 3.000 dan 8.000 liter serta 1 unit mobil pick up pemandu.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan, Juswanto mengatakan, pembelian mobil-mobil tersebut telah dianggarkan sebesar Rp. 4,6 M melalui APBD 2015 dan telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Pasuruan.

“Pembelian ini semata-mata untuk memenuhi kebutuhan mobil PMK yang saat ini kondisinya sudah tua,” ujar Juswanto.

Menurutnya, selama ini pihak PMK kabupaten Pasuruan menggunakan 2 unit mobil pemadam kebakaran buatan tahun 2001 dan 2003 untuk tugas kesehariannya sehingga saat terjadi peristiwa kebakaran kerap mengandalkan bantuan dari PMK milik swasta seperti PT PIER dan PT HM Sampoerna.

“Kalau ada kebakaran, maka kami meminta bantuan swasta. Oleh karenanya, pembelian mobil pemadam kebakaran sangat perlu dan sifatnya urgen,”ujarnya.

Jika 2 unit mobil PMK dan Pick Up Pemandu tersebut sudah dibeli maka Pemkab Pasuruan akan langsung membangun garasi di Komplek Perkantoran di Jalan Raya Raci Bangil. Alasannya, karena berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Pasuruan.

“Kalau dari Raci tidak terlalu jauh ketika ada kebakaran di wilayah timur maupun selatan. Semoga saja bisa cepat terealisasi di awal-awal tahun depan,” akunya.

Sementara itu, Kepala UPT PMK Kabupaten Pasuruan, Ruspandi mengaku lega dengan akan dibelinya mobil PMK dan Pick Up Pemandu. Menurutnya, bertambahnya jumlah mobil PMK tersebut akan membuat pihaknya bergerak cepat untuk mengatasi kejadian kebakaran yang tak terduga datangnya.

“Kebakaran adalah sebuah kejadian yang bisa sangat cepat dipadamkan, atau bahkan harus memerlukan beberapa jam sampai padam. Kalau jumlah mobi PMK banyak, maka bisa kami pastikan waktu pemadaman akan berlangsung cepat juga,” katanya.

Untuk diketahui, sepanjang Januari hingga Oktober 2014 tercatat ada sebanyak 50 kasus kebakaran yakni Januari sampai Agustus kebakaran sebanyak 37 kasus. Kemudian, pada September terjadi 9 kasus dan pada Oktober meningkat sebanyak 14 kasus. (eml/yog)