15:08 - Kamis, 20 Oktober 8777
Rabu, 15 Februari 2017 | 09:08

Banjir, Terima Kasih atas Kunjungannya

Kita semua sepakat bahwa banjir adalah bagian dari masalah sosial, kita pun sepakat bahwa banjir dapat meresahkan masyarakat. Banjir selalu kita pandang negatif dan buruk, karena memang sejatinya banjir adalah sesuatu yang tidak kita inginkan. Tidak banyak yang berfikir bahwa banjir adalah sesuatu yang membawa perubahan, tidak banyak pula yang berfikir bahwa banjir adalah tolak ukur ketanggapan dan kesigapan pemerintah.

Entah harus beryukur atau justru menggeluh, tapi kenyatannya Pasuruan sedang dalam ujian yang berturut –turut, setelah ada bencana kemanusiaan dengan maraknya begal, kita pun dihadapkan pada bencana alam yakni banjir. Banjir yang pernah menggenangi beberapa daerah di Kabupaten Pasuruan, cukup membuat kita tahu bahwa banjir ini lumayan besar sehingga jalur transportasi harus dialihkan. Banjir pun menyisakan kenangan dengan membuat jalan-jalan jadi berlubang.

Kita seringkali berfokus pada “akibat” tanpa ingin mengetahui “sebab”.

IMG-20170202-WA0082

Kita berhenti pada satu jawaban umum tanpa mengetahui jawaban yang lain, bahwa penyebab banjir adalah tingginya intensitas hujan, bahwa penyebab banjir adalah jebolnya tanggul dan sungai.

Padahal bisa jadi banjir ini adalah sebuah peringatan ataupun teguran dari Sang Maha Wujud. Namanya peringatan maka kita harus tahu maksud dari peringatan tersebut dengan tafakkur, seperti halnya peringatan lalu lintas, bahwa lampu merah menandakan berhenti, maka peringatan dari alam inipun juga harus kita pahami maksudnya.

Dengan adanya banjir kita jadi tau bahwa, alam menginginkan tempatnya diperluas, jika penyebab banjir adalah dangkalnya sungai sehingga menyebabkan jebolnya tanggul, maka air menginginkan wilayah mengalirnya diperluas dan diperlebar, agar bukan hanya jalanan yang terus diperlebar.

Dengan adanya banjir kita jadi tahu, bahwa kondisi hutan di hulu sedang membutuhkan perbaikan, dan dengan adanya banjir kita jadi tau sejauh mana kepedulian dan kesiap siagaan pemerintah. Jika memang banjir disebabkan oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) maka dalam hemat saya, banjir pun disebabkan karena resapan air yang kurang, kita perlu lebih banyak lagi melakukan reboisasi dan penghijauan, reboisasi ini bisa mencangkup mitigasi dan juga pencegahannya.

Banjir, menjadikan kita tahu bahwa ada sesuatu yang harus diperbaiki, entah kaitannya dengan alam ataupun dengan gaya hidup kita yang tidak membuang sampah di sungai.

Semoga kunjungan banjir ini cukup membuat kita sadar dan intropeksi diri.

Ditulis oleh Muqtafiah (Lebaksari Utara – Wonorejo Kabupaten Pasuruan)

Komentar Anda

Komentar

Tujuh Bulan Urus SIM Di Polresta Probolinggo Belum Jadi

Dua Meter dari Pemukiman, Kali Petung Belum Diplengseng