Kurangi Beban APBN, Kemenhub Swastakan Pelabuhan

0
67

Mayangan (wartabromo.com) – Kurangi beban APBN, Kementerian Perhubungan lepas puluhan pelabuhan ke pihak swasta. Salah satunya adalah Pelabuhan Baru Probolinggo, yang terletak di Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo. Dengan pola ini, diprediksi bakal memacu pertumbuhan ekonomi mencapai 30 persen per tahunnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja di Pelabuhan Baru Probolinggo, pada Minggu (20/8/2017) siang.

Dalam kunjungan ini, menteri menyaksikan penandatangan perjanjian kerja sama pemanfaatan barang milik negara. Yakni berupa tanah hasil reklamasi dan bangunan dermaga antara kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Probolinggo dan Badan Usaha Pelabuhan PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN).

Tak hanya Pelabuhan Baru Probolinggo, kerja sama itu diketahui juga dilaksanakan pada Pelabuhan Sintete Kalimantan Barat.

“Selanjutnya masih ada 28 pelabuhan dan bandara di Indonesia yang akan diserahkan pengelolaannya kepada swasta, bumd, atau bumn hingga akhir tahun. Minimal dua minggu sekali saya serahkan,” ujar Menhub.

Dengan penanda tanganan tersebut, pelabuhan Probolinggo menjadi pelabuhan pertama yang melakukan kerja sama antara pemerintah dan badan usaha milik daerah (BUMD).

Adapun fasilitas pelabuhan Probolinggo yang dikerjasamakan pemanfaatannya adalah tanah reklamasi seluas 89.000 m2 dan dermaga seluas 24.161,5 m2 dengan jangka waktu perjanjian selama 30 tahun.

Menurut Menhub, saat ini pemerintah telah menganggarkan pembangunan infrastruktur transportasi, termasuk pembangunan dan pengembangan fasilitas pelabuhan dengan dana besar. Namun, pada sisi lain anggaran pemerintah sangat terbatas.

Untuk mengurangi beban operasional, yang memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Maka pola kerjasama antara pemerintah dengan pihak lain perlu ditingkatkan dalam mengembangkan infrastruktur transportasi.

“Kita memastikan ini lebih cepat, lebih baik, dan pastinya lebih murah, kalau bisa lebih murah, lebih cepat maka logistiknya semakin lancar, jadi katakanlah tol laut tidak hanya dari Perak Surabaya, tapi juga dari sini,” tuturnya lebih lanjut.

Nantinya, pelaku bisnis dari sekitar Probolinggo, tak harus mengirim barang melalui laut ke Pelabuhan Tanjung Priok di Surabaya.

“Ini akan meningkatkan daya saing pelabuhan. Proses barang lebih cepat pengirimannya sehingga biaya lebih murah dan pelayanan lebih baik, serta memperlancar arus barang dan jasa di jawa timur,” kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (fng/saw)