Gerombolan Hiu Tutul Serbu Probolinggo

0
86

Probolinggo (wartabromo.com) – Sejak beberapa hari terakhir gerombolan Hiu Tutul muncul di perairan laut Probolinggo. Wisatawan yang hendak menikmati obyek wisata Snorkeling di pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo pun mendapatkan suguhan destinasi wisata baru.

Sejak dua hari terakhir, Hiu Tutul (Whale Shark) muncul di sepanjang perairan laut utara Probolinggo, yang dilintasi oleh wisatawan. Ukuran tubuhnya pun beragam, antara 3 hingga 8 meter dengan warna kulit coklat kegelapan disertai bintik-bintik putih disekujur tubuhnya. Kemunculan hewan raksasa itu, tentu saja membuat wisatawan mendapatkan suguhan baru.

Salah satu wisatawan, Yuyun Nur Rohmah (22), mengaku baru mendengar adanya kawanan Hiu Tutul di perairan dangkal Probolinggo, saat sudah berada diatas kapal.

Mendengar hal itu, niatnya menikmati Wisata Snorkeling memudar. Ia pun memutuskan untuk melihat fenomena itu sebelum ke pulau Gili Ketapang.

“Gak tahu kalau ada Hiu Tutul, niatnya sih bersnorkeling. Ngerti ada satwa langka, ya saya sama teman-teman memutuskan berburu foto dulu sama Hiu, baru setelah itu ke Snorkeling Pulau Gili,” tutur dara asal Jember ini.

Untuk menikmati keseruan ini, wisatawan tak perlu jauh-jauh, cukup berlayar sekitar 15 menit menggunakan kapal tradisional dari pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo, kawanan mamalia dilindungi ini sudah terlihat.

“Kalau dianggap fenomenal, ya bisa jadi seperti itu. Hiu tutul ini munculnya hanya setahun sekali, itupun tak pasti waktu dan jumlahnya. Yang pasti saya senang bisa lihat secara langsung,” tutur Risky Putra Dinasty (26).

Selain siklus tahunan yang sayang untuk dilewatkan, Hiu Tutul tersebut menurut Risky, tergolong jinak sehingga cocok menjadi objek swafoto.

“Kayaknya gak perlu takut untuk mendekat, ini tadi saya ketemu 8 ekor lalu foto dari dekat, aman-aman saja,” terang pemuda asal Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan ini.

Sampai saat ini, belum diketahui jumlah pasti berapa ekor Hiu Tutul yang berkeliaran di perairan pantai utara Probolinggo. Dugaan awal, mamalia ini berkoloni meninggalkan habitat aslinya di perairan Australia, untuk mencari makanan jenis plankton, yang mulai langka akibat cuaca ekstrem di laut lepas. (fng/saw)