Nelayan Probolinggo Nekat Melaut Saat Ombak Besar

0
165


Probolinggo (wartabromo.com) – Demi berburu ikan, nelayan di Kota Probolinggo nekat menerjang ombak besar. Padahal ombak tinggi di Laut Jawa mengancam keselamatan para nelayan antar pulau ini.

Berangkat dari Pelabuhan Mayangan, sejumlah nelayan menggunakan kapal jenis jonggrang. Mereka berangkat melaut tanpa memperdulikan bahaya mengintai, menyusul gelombang tinggi melanda laut Jawa. Nelayan tetap berburu tangkapan ikan demi menyambung hidup keluarga.

“Mau bagaimana lagi, kalau tidak melaut ya pasti tidak ada pemasukan sama sekali. Karenanya kami tekuni saja walau beresiko,” ujar Joko Mulyono, salah satu nelayan sebelum berangkat berlayar, Kamis (21/6/2018).

Menurut Joko, dalam empat hari terakhir ombak besar setinggi 2-3 meter melanda perairan utara Probolinggo hingga laut Jawa. Tingginya gelombang itu, sangat membahayakan keselamatan para nelayan. Mengantisipasi hal buruk, para nelayan tidak melaut terlalu jauh dari bibir pantai. Agar jika sewaktu-waktu ada ombak besar, bisa segera menepi. Nelayan menyebut d cara itu, resiko jatuh korban jiwa bisa diminimalisir. Nelayan berharap, gelombang tinggi segera berakhir. Sehingga aktifitas melautnya bisa dilakukan tanpa rasa was-was.

“Selain antisipasi kecelakaan, juga untuk mengurangi beban biaya melaut. Meski hasil tangkap di pinggiran sedikit hasilnya, jika dibanding dengan hasil melaut di tengah. Ya disyukuri saja ketimbang tidak ada penghasilan,” kata Joko.

Sementara itu, puluhan kapal motor barang antar pulau, terpaksa memilih disandarkan di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo. Para nakhoda kapal tak mau mengambil resiko tenggelam di tengah lautan. Sebab, cuaca buruk disertai ombak besar diprediksi masih akan terjadi, sampai lima hari ke depan.

“Kami himbau mereka untuk tidak berlayar terlebih dahulu. Mengingat saat ini cuaca buruk melanda perairan laut Jawa. Karena resikonya sangat besar jika tetap nekat berlayar,” tutur Kasatpolair Polres Probolinggo, AKP. Slamet Prayitno. (lai/saw)