Kader NU Disebut “Tersesat” Bila Tak Pilih Kyai Ma’ruf di Pilpres 2019

0
4336
Jokowi-Ma'ruf, Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden 2019. Sumber Foto: liputan6

Pasuruan (wartabromo.com) – Kader NU di Kabupaten Pasuruan, yakinkan diri dukung Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Bahkan, diibaratkan kader NU “tersesat” bila tak memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

Sikap tegas itu disampaikan salah satunya oleh Ketua GP (Gerakan Pemuda) Ansor Kabupaten Pasuruan, M Farid Sauqi, Minggu (12/8/2018).

Munculnya nama KH Ma’ruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) Joko Widodo, menjadi harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi oleh para kader NU.

“Tidak bisa ditawar-tawar lagi, harus memilih dan mendukung serta memenangkan pasangan beliau,” tandas Farid.

Menurutnya, calon presiden dan wakil presiden, berbeda dengan pencalonan legislatif, calon bupati maupun gubernur. Pasalnya, calon Presiden dan Wakil Presiden, sangat menentukan untuk kesejahteraan bangsa.

Terlebih KH Ma’ruf Amin disebutnya merupakan tokoh sentral dalam struktural NU, sekaligus ulama yang disepuhkan. Sehingga iapun berharap warga NU satu arah mendukung dan memilihnya.

“Apalagi ini panggilan negara. Kyai Ma’ruf tidak meminta. Dilihat kesepuhannya, tidak ada batasan umur. Bukan sesuatu yang jadi argumentasi untuk diperdebatkan,” lanjut Farid.

Malah Farid mengungkapkan sebuah kiasan, menyikapi pencalonan Kyai Ma’ruf, dengan menyebut bak buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Ketika masih dianggap sebagai satu pohon, maka jatuhnya buah, tidak boleh jauh dari pohonnya.

“Kalau jatuh ke kali (sungai) dan hanyut dibawa arus, berati itu tersesat. Itu adalah kiasan dan ibarat yang sesuai untuk Pilpres 2019 ini,” ungkap Farid.

Disinggung keberadaan Sandiaga Uno, Cawapres dari Prabowo Subianto, Farid merasa tidak perlu untuk menanggapinya. Sebagai kader NU dia enggan melihat calon di luar NU.

“Saya tidak melihat itu, jelas tidak mungkin saya memilih dan mendukung calon yang bukan orang NU, untuk apa. Gak ngurus itu, tidak bisa melihat yang lain. Latar belakang Kyai Ma’ruf, secara struktural dari NU, terlebih ulama yang disepuhkan. Makanya sebagai kader NU saya harus mengamankan dan memenangkannya,” Farid memungkasi. (hrj/ono)