Tari Rerere Pikat Wisatawan Bromo

0
519
Lenggok tari rerere ditampilkan pelajar Probolinggo di lautan pasir Bromo, Selasa (14/8/2018). Tarian kolosal ini digelar di Hari Pramuka dan sambut Kemerdekaan RI ke-73.

Probolinggo (wartabromo.com) – Penancapan 2.018 bendera merah putih di lautan pasir Bromo, diikuti dengan pementasan tari Rerere, Selasa (14/08/2018). Tari tradisional dilakoni secara massal ini, mampu memikat wisatawan.

Tari Rerere, merupakan tari khas Kabupaten Probolinggo, biasanya dipentaskan untuk menyambut tamu, bahkan kerap ditampilkan pada acara-acara besar. Penarinya ada dua atau berkelompok, namun jumlahnya tak banyak. Kali ini, tarian mirip dengan tari Remo Surabaya itu, dilakukan secara massal. Tempatnya pun tak lazim, yakni di lautan pasir.

325 pelajar Probolinggo tampilkan tari rerere di lautan pasir Bromo, Selasa (14/8/2018). Tarian kolosal ini digelar di Hari Pramuka dan sambut Kemerdekaan RI ke-73.

“Melabrak” sengatan panas, 325 penari Rerere dari berbagai sekolahan di Kabupaten Probolinggo ambil bagian. Dengan penuh enerjik, mereka berlenggok. Background Gunung Batok dan Gunung Bromo kian menambah eksotika, menikmati penampilan tarian Rerere.

“Ini salah satu cara kita untuk mendukung kunjungan wisatawan ke Bromo. Event-event seperti ini, menjadi kejutan tersendiri bagi para pelancong. Sehingga, diharapkan mampu mendongkrak perekonomian warga, baik itu penyedia jasa jip, kuda, pkl, dan juga penginapan,” ujar Camat Sukapura, Yulius Christian.

Intan (14), salah seorang peserta tari Rerere, mengaku bangga bisa ambil bagian dalam peringatan Hari Pramuka ke 57 sekaligus HUT Kemerdekaan RI ke 73. “Senang sekali, bisa ikut di kegiatan ini. Tentunya menjadi kebanggaan tersendiri, bisa ambil bagian dalam merayakan kemerdekaan RI,” ungkapnya.

Bagi wisatawan, suguhan tarian menjadi daya tarik tersendiri. Sebab, sangat jarang mereka menikmati tari kolosal di tempat terbuka, seperti di lautan pasir Gunung Bromo. “Sungguh indah. Sebuah kejutan yang tak bisa kita nikmati setiap hari. Apalagi di Negara kami tak ada tarian semacam ini, sungguh indah,” tutur Giorgina Rodriquez, wisatawan asal Portugal.

Tari Rerere ini, bagian dari upaya mendongkrak kunjungan wisatawan ke obyek wisata alam ini. Hal utama lain, keharmonisan masyarakat yang tinggal di lereng Bromo, bisa menjadi contoh wujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. (fng/saw)