Kondisi Bayi Korban Kera Liar Stabil Pasca Dioperasi

0
232
Keluarga Bayi bernama Hafid Septian Maulana (2 bulan) menunggu di depan ruang operasi di RSUD dr Moh Saleh Kota Probolinggo, Rabu (7/11/2018).

Probolinggo (wartabromo.com) – Setelah menjalani operasi di RSUD dr Moh Saleh Kota Probolinggo, kondisi Hafid Septian Maulana (2 bulan) membaik. Ia diperbolehkan pulang oleh dokter untuk menjalani rawat jalan di rumahnya.

Kondisi Hafid dinyatakan pulih oleh dokter RSUD dr Moh Saleh Kota Probolinggo. Luka-luka pada pelipis dan dahinya sudah dibersihkan dan dijahit oleh paramedis. Balita yang tinggal di Kelurahan Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, secara medis dinyatakan sudah sehat.

Menurut dr. Abraar, Sp. B, korban mengalami luka sobek di bagian pelipis dan jidatmya, sudah tertangani dan bisa dibawa pulang.

“Lukanya dibagain pelipis dekat mata dan jidad mas, tapi sudah dibersihkan dan kemungkinan saat ini bisa dipulangkan, karena sudah tidak berbahaya lukanya,” ujarnya, Kamis (8/11/2018).

Kondisi Hafid yang sudah pulih membuat Nur Kholifah (27), sang ibu merasa bahagia. Serangan kera liar itu membuat dirinya trauma. Secara tiba-tiba anak keduanya itu, diamuk kera liar. Karena itu, ia berjanji lebih berhati-hati menjaga putranya.

“Saya sedang cuci pakaian mas, tiba-tiba kera itu berada diatas anak saya dan mengamuknya, sontak saya menjerit dan kera itu langsung kabur, kakak saya langsung membawanya ke rumah sakit, kini sudah tenang saya mas, karena kata dokter sudah tidak apa-apa,” ungkap Nur Kholifah.

Diwartakan sebelumnya, bayi berumur 2 bulan bernama Hafid Septian Maulana menjadi korban keganasan kera liar, pada Rabu (7/11/2018). Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 6.00 WIB. Saat itu, anak kedua dari pasangan Sugeng (40) dan Nur Holifah (27), warga Kelurahan Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu, tidur di amben belakang rumah. Tak jauh darinya, Nur Holifah, si ibu, sedang mencuci pakaian. (fng/saw)