Janjikan Beasiswa Kuliah di Cina, Alumni SMK Kesehatan Al-Yasini Tagih Janji Kepala Sekolah

1141

Pasuruan (wartabromo.com) – Sembilan alumni SMK Kesehatan Al-Yasini merasa tertipu dengan janji adanya beasiswa kuliah S1 di Cina oleh Kepala Sekolah. Mereka pun menagih janji pihak sekolah untuk segera memberikan dana beasiswa tersebut.

Totok Roy, perwakilan wali murid alumni siswa SMK Kesehatan Al-Yasini yang merasa tertipu beasiswa fiktif ini menjelaskan kronologi permasalahannya.
Pada tahun 2017, beberapa siswa mengikuti tes seleksi beasiswa ke Cina atas rekomendasi sang Kepala Sekolah. 9 siswa dinyatakan berhasil lolos mendapatkan beasiswa tersebut. Mereka pun akhirnya berangkat pada bulan September dan dijanjikan oleh Muzammil, Kepala SMK Kesehatan Al – Yasini akan menerima beasiswa sebesar 24 juta tiap tahun. Para wali siswa mengendus ada yang janggal karena uang yang dijanjikan untuk anak-anak mereka tak pernah diberikan.

“Sudah terlanjur berangkat bahkan ada yang sampai menjual sawah ternyata beasiswanya tak cair,” ungkap Totok.

Berbagai upaya pun dilakukan para wali siswa untuk menyelesaikan permasalahan ini. Salah satunya dengan terus aktif bertanya kepada Kepala Sekolah. Namun beberapa kali ketika ditemui, jawaban dari kepala sekolah terkait hal ini tak pernah jelas. Bahkan pada pertengahan 2018 lalu, Kepsek yang kembali ditagih mengaku anggaran beasiswa masih dipending untuk keperluan lain.

Perwakilan wali siswa dan Kepala Sekolah kembali melakukan pertemuan yang bertempat di Kantor Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Senin (7/1/2019) sore.

Menurut pemaparan Muzammil saat pertemuan tersebut, ternyata berkas-berkas surat permohonan beasiswa untuk tunjangan hidup semasa siswanya kuliah di Cina tak disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, melainkan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Alhasil, pengajuan dana tersebut tak tercatat di Dispendik Kabupaten Pasuruan.
Para wali siswa menyesalkan sikap Muzammil yang tak kooperatif bahkan iapun tak pernah menjelaskan alasan secara detil.

“Jawabannya saat ini berbeda dengan yang sebelumnya, saat ini ia mengaku karena kesalahan administrasi,” imbuhnya.

Saat ini, para wali siswa berharap adanya pengawalan dari dinas terkait. Selain itu, mereka juga menuntut agar Kepala Sekolah segera memberikan hak siswa.

“Kami menuntut agar segera memberikan hak para siswa dulu,” pungkas Totok.

Belum ada konfirmasi langsung dari Kepala Sekolah hingga Dinas Pendidikan terkait kasus ini.(ptr/may)