Tangkap Pencuri Sapi, Polres Lumajang “Dinyinyiri” Warga Net

6113

Lumajang (wartabromo.com) – Polres Lumajang dihujat oleh sejumlah warga net, di postingan yang diunggah Bupati Lumajang. Polisi dinilai terlalu ‘berlebihan’ dalam menangkap maling sapi di Desa Selok Anyar, beberapa waktu lalu.

Dalam postingan video yang diunggah Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, di akun Facebook, terlihat polisi yang sedang memburu maling sapi. Puluhan petugas pun menggrebek rumah pelaku yang ternyata bersembunyi di plafon rumah.

Adegan demi adegan terpampang jelas disana. Mulai dari polisi yang membongkar plafon rumah, hingga penembakan kaki pelaku yang sebelumnya melawan. Warga pun dibuat gemetar, karena menyaksikan secara langsung tetangganya ditangkap karena mencuri 3 sapi senilai RP 70 juta.

Penangkapan ini bukan hanya mendapat apresiasi, namun juga nyinyiran dari warga net. Menurutnya, polisi terlalu berlebihan dalam menangkap Maling sapi.

Baca Juga :   Nelayan Boleh Gunakan Cantrang Hingga Akhir 2016

“Uang negara yang di curi kuroptor nggak kayak gini seriusnya aparat untuk menangkapnya. Baru maling sapi aja udah seperti perang melawan teroris,” tulis akun Gede Mayun di kolom komentar.

“Polisi kalau sama maling ganas banget. Tapi kalau sama yang korupsi ratusan miliar biasa-biasa saja,” tulis akun Albi Al.

Sejumlah komentar serangan ini akhirnya ditanggapi oleh Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban. Dalam surat terbuka yang ditulis di akun facebooknya, Arsal membeberkan alasan penangkapan maling hingga adanya penembakan.

“Masalah nyiyir biasa kok, pasti selalu ada. Karena pola pikir tiap orang beda. Jadi saya mau coba meluruskan supaya 2 hal berbeda jangan di samakan, karena treadmentnya berbeda,” jelasnya.

Baca Juga :   Hasil Hitung Cepat, Jokowi-JK Hanya Menang di Kecamatan Prigen

Menurutnya, kejahatan jenis pencurian sapi (street crime) dengan kejahatan korupsi (white colour crime) itu jauh berbeda. Termasuk penanganan yang dilakukan. Dalam kejahatan pencurian sapi ini sudah banyak meresahkan warga.

“Hampir bisa dikatakan sangat sulit mengungkap pencurian sapi ini, dan persoalan pencurian sapi di Lumajang sudah menjadi masalah puluhan tahun,” ujarnya.

Penembakan dilakukan karena pencuri tersebut telah membahayakan petugas dan warga dengan senjata tajamnya. Ia pun mengatakan, bahwa langkah yang diambil polres Lumajang sudah tepat untuk memberantas pencurian sapi ini.  (may/ono)