Ditinggal Bekerja, Rumah Buruh Tani di Sumberasih Terbakar

658

Sumberasih (wartabromo.com) – Rumah buruh tani di Probolinggo diamuk api. Korsleting listrik diduga jadi penyebabnya.

Rumah terbakar itu diketahui milik Sugiyanto (48), warga RT 10/RW 2, Dusun Melati, Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Api melahap sebagain rumah Sugiyanto pada pukul 16.00 WIB, Jumat (21/06/2019).

Sugiyanto mengatakan, rumah berukuran 12 meter kali 8 meter tersebut dalam keadaan sepi. Ia bersama dengan istrinya bekerja di sawah sebagai buruh tani. Sementara anaknya sedang bermain diluar. “Anak saya ada tiga, yang pertama dan kedua sudah menikah, ikut suami dan istrinya, sedangkan anak bungsu saya bermain di luar,” katanya.

Sugiyanto meninggalkan rumahnya sekira pukul 13.00 WIB. Namun, pukul 16.00 WIB ia melihat dari kejauhan ada api di rumahnya. Maklum saja, lokasi sawah yang digarap Sugiyanto berada lurus di sebelah utara rumahnya. “Jadi dari kejauhan saya melihat api membumbung di atas rumah saya. Tak lama kemudian ada ponakan yang menghampiri saya. Dia bilang kalau rumah saya terbakar. Sontak saya langsung pulang,” terang Sugiyanto.

Sesampainya di lokasi, rupanya api sudah melumat bagian samping sebelah timur rumahnya. Termasuk dua motor dan satu mesin pompa air yang ada didalamnya. “Yang ikut terbakar selain sebagian rumah, ada motor Yamaha Xeon dan juga Honda Astrea Grand. Termasuk pompa air milik orang, yang dititipkan di rumah,” ungkapnya.

Sugiyanto mengaku tidak tahu secara pasti penyebab kebakaran. Namun, ia meyakini munculnya api bukan akibat kompor atau tabung gas. “Kemungkinan korsleting listrik. Soalnya kalau dari kompor, ini dua tabungnya tidak apa-apa,” ungkap Sugiyanto.

Api dapat dipadamkan satu jam kemudian dengan bantuan warga sekitar. Warga berbondong-bondong berupaya mematikan api dengan alat seadanya. “Tidak ada petugas damkar, ini kita padamkan sendiri dengan bantuan tetangga,” katanya.

Saat ditanya terkait kerugian akibat musibah tersebut, ia terlihat pasrah dan ikhlas.  “Saya juga tidak tahu berapa kerugianya. Yang penting tidak ada korban sudah, namanya juga musibah,” tutup bapak tiga anak tersebut. (fng/ono)