Guru ini Beli Kantong Ajaib Senilai Rp 20 Juta dari Dimas Kanjeng

0
44
Foto: Sundari AW

Kraksaan (wartabromo) – Satu persatu pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi melapor ke polisi karena jadi korban penipuan padepokan.

IMG_20161008_091056H-L, perempuan yang berprofesi sebagai guru PNS, melapor ia telah menjadi korban penipuan Kanjeng Dimas hingga mencapai Rp 300 juta. Uang tersebut disetor secara berkala untuk membeli barang-barang seperti kantong uang, foto Dimas hingga keris.

“Ia mengaku total menghabiskan Rp 300 juta untuk beli barang-barang padepokan,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifudin, Sabtu (8/10/2016).

Menurut Arman, H-L menceritakan kronologi saat awal masuk ke padepokan. Saat masuk pada 2012 lalu, ia dan suami harus membeli sejumlah barang. Seperti kantong uang senilai Rp 20 juta, foto Dimas Kanjeng seharga Rp 1 juta, keris kecil Rp 300 ribu dan beberapa barang lain, hingga nilainya mencapai Rp 300 juta.

“Barang-barang itu tidak sekaligus. Sementara uang mahar diminta setiap ada kegiatan di padepokan, besarannya bervariasi. Ada yang langsung diserahkan kepada yang mulia, ada juga yang lewat sultannya,” tutur H-L.

Kapolres Probolinggo AKBP. Arman Asmara Syarifudin mengatakan uang mahar yang disetor pengikut ini diduga mengalir ke Taat Pribadi, yang kini telah ditetapkan tersangka oleh Polda Jatim. Selain itu uang mahar juga diduga mengalir ke beberapa pengikut yang bergelar sultan.

“Dengaan adanya barang bukti ini, kami akan lakukan penyelidikan. Apakah nantinya kan dinaikkan ke tingkat penyidikan, kita liat nanti,” ujar Kapolres.

Barang-barang itu selanjutnya diamankan di Polres Probolinggo, sebagai barang bukti atas laporan penipuan padepokan Dimas Kanjeng.

Dengan adanya pelaporan berinisial H-L ini,total sudah 7 pelapor korban penipuan padepokan Dimas Kanjeng yang melapor ke Polres Probolinggo. (saw/fyd)