15:11 - Sabtu, 23 November 1422
Minggu, 12 November 2017 | 15:00

Optimalkan Pengelolaan Sampah, DLH Bakal Lakukan Pendampingan Berbasis Masyarakat

Pasuruan (wartabromo.com) – Timbunan sampah di wilayah Kabupaten Pasuruan diperkirakan 4700 m² perhari, namun masih 2000 m² sampah yang mampu dikelola. Mengoptimalkan pengelolaan sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, bakal fokuskan pengelolaan sampah dengan melakukan pendampingan berbasis masyarakat pada tahun 2018 nanti.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), timbuna sampah dihasilkan oleh 1,7 juta jiwa, penduduk kabupaten Pasuruan tersebut cukup menyedot energi dan pikiran.

Diakui, masih lemahnya sumberdaya DLH, disebut menjadi kendala, sehingga sampai saat ini pemerintah hanya memiliki kemampuan mengelola, kurang dari separuh sampah yang meluber di sepanjang wilayah Pasuruan.

“Dari 4700 m² yang baru dikelola DLH, baru 2000 m². Sementara sisanya dikelola oleh masyarakat. Oleh karena itu kami segera melakukan upaya pendampingan terkait sampah berbasis masyarakat yang akan dimulai pada tahun 2018,” ujar Muhaimin, pada kegiatan grebeg sampah, Minggu (12/11/207).

Masyarakat sebagai basis, disebut merupakan upaya proaktif sekaligus promotif, menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungannya.

Utamanya adalah untuk tidak membuang sampah ke sungai, sehingga fungsi sungai kembali seperti sediakala.

Pendampingan salah satunya dengan mendukung kegiatan bersih-bersih sungai seperti pada tajuk program FKPL berupa grebeg sampah.

Kegiatan semacam grebeg sampah ini, diungkapkan oleh Muhaimin, perlu ditindaklanjuti dan terus didorong. Pasalnya, selama kurun tiga tahun terakhir, bersih-bersih sungai ini, terbukti telah menunjukkan hasil.

Salah satu kordinator FKPL Amali menyebutkan, kegiatan grebeg sampah rutin diadakan sejak tahun 2015. Salah satu tujuan adalah membentuk TPS3R bersama dinas terkait dan warga masyarakat.

Sementara hari ini, grebek sampah dilangsungkan di sungai seputar wilayah jalan Juanda Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Kali ini FKPL bersama DLH, juga terlihat ketua Komisi 2 DPRD Andri Wahyudi. Selain itu, komunitas pegiat lingkungan RPL (Rajawali Peduli Lingkungan), serta lintas komunitas juga melibatkan diri pada bersih-bersih sungai itu. (mil/ono)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

Sampah Itu Kotor? Ah, Paradigma Lama…

Tolak Alih Fungsi Hutan Bakau, Warga Lemah Kembar Demo