Minta Maaf, Guru Madrasah Hina Jokowi Dikenai Wajib Lapor

1237
Surat pernyataan YY, yang menyatakan penyesalannya, setelah hina Presiden Jokowi lewat FB.

Probolinggo (wartabromo.com) – Kepolisian Probolinggo tidak menahan YY, guru madrasah yang melakukan penghinaan terhadap Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Guru honorer itu hanya dikenakan wajib lapor setelah membuat surat pernyataan.

Meski menjerat YY (30), warga Desa Sebaung, Kecamatan Gending, dengan Pasal 45 Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), polisi tidak menahannya. YY hanya dikenakan wajib lapor setiap minggu ke kantor kepolisian untuk mempertangung-jawabkan perbuatannya. Sanksi sementara itu diberikan oleh pihak kepolisian, setelah yang bersangkutan meminta maaf. Selain itu, pelaku juga membuat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

“Kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan ibu Megawati dan jajaran pemerintahannya, dan partai PDIP, saya minta maaf sebesar-besarnya atas kekhilafan saya, telah mengediting gambar palu arit dan mengunggah di (FB) Suara Rakyat Probolinggo. Sekali lagi saya minta maaf dan sehubungan dengan hal tersebut saya tidak akan mengulangi lagi,” tuturnya dengan mata sembab.

Kapolres Probolinggo, AKBP. Fadly Samad mengatakan, ada beberapa pertimbangan yang membuat pihaknya mengambil keputusan itu. “Kami lakukan pembinaan kepada YY. Yang bersangkutan juga sudah mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Untuk saat ini, kami kenakan wajib lapor baginya, namun jika masih mengulangi lagi perbuatannya, maka kami proses sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya, Jumat (31/8/2018).

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, YY diciduk polisi di tempat mengajar di salah satu madrasah di Desa Tulupari, Kecamatan Tiris. Sebab, ia menyebar kebencian di media sosial dengan mengedit foto Presiden Jokowi dan mantan Presiden Megawati.

Melalui akun facebook miliknya, gambar editan itu diunggah di grup facebook ‘Suara Rakyat Probolinggo (SRP)’. Dua tokoh nasional itu, diedit tengah berdiri dengan gambar partai palu dan arit dengan caption komentar ‘arep milih iku tah.. mikir.. dolor’ dan ‘gue najis pilih jokowi’. (cho/saw)