Wabah PMK Merebak, Pasar Hewan di Kabupaten Pasuruan Ditutup

562
Petugas melakukan pemeriksaan di Pasar Hewan, Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Merebaknya wabah PMK menyebabkan 9 pasar hewan di wilayah setempat ditutup. Foto: Amal Taufik.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Puluhan sapi di Kabupaten Pasuruan diidentifikasi terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Semua pasar hewan ditutup.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu mengungkapkan, penutupan dilakukan sejak beberapa hari yang lalu hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Pasar hewan di Kecamatan Tutur lebih dulu melakukan penutupan pada Senin (16/05/2022) lalu. Barulah kemudian diikuti pasar-pasar hewan lainnya.

Di Kabupaten Pasuruan diketahui ada sembilan pasar hewan, antara lain Pasar Hewan Wonorejo, Pandaan, Gempol, Nguling, Grati, Sukorejo, Tutur, Gondangwetan, dan Prigen.

Diana mengaku pihaknya terus melakukan pemantauan dan evaluasi terkait kondisi penyebaran PMK di semua wilayah Kabupaten Pasuruan.

“Penyemprotan disinfektan dilakukan secara masif. Lalu pemberian obat-obatan dan vitamin kepada ternak yang sakit,” kata Diana, Jumat (20/05/2022).

Baca Juga :   Pedagang Buka Paksa Pasar Hewan Besuk

Dinas Peternakan juga meminta agar tidak ada aktivitas jual beli di luar pasar. Sebab hal ini, selain sulit dikendalikan, bisa berpotensi menjadi penyebab penularan PMK.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 79 ekor sapi di Kabupaten Pasuruan ditemukan terjangkit PMK. Dari 79 ekor tersebut, 51 ekor di antaranya sembuh dan 28 lainnya masih dalam tahap penyembuhan. (tof/asd)