00:04 - Rabu, 18 Oktober 2017
Senin, 27 Juni 2016 | 16:48

Mercon Meledak, Paman dan Keponakan Kritis

IMG_20160627_164214Sumberasih (wartabromo) – Hendak merakit petasan menjadi rangkaian panjang, namun malah meledak. Akibatnya Abdul Kodir (32) dan keponakannya, Solehudin (15), warga Dusun Melati, Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo menderita luka parah, Senin (27/6/2016).

Dari informasi yang digali wartabromo.com, keduanya tengah berupaya untuk merakit petasan yang sudah jadi di sebuah gudang besi tua milik Yasin, desa setempat. Rencananya bungkus mercon dijadikan rentengan panjang sekira tiga meter. Namun, saat sedang merangkai dan memadatkan sumbu petasan, ada salah satu sumbu yang bergesek, sehingga menimbulkan percikan api.

Akibatnya, rangkaian mercon siap pakai itupun meledak. Solehudin menderita luka bakar hingga 70 persen. Dengan bagian terparah, dari bagian pinggul kebawah. Lengan kirinya pun, menderita luka bakar parah, dan patah.

Sementara Abdul Kodir, tak lebih beruntung dari keponakannya. Luka bakar mengenai sekujur tubuhnya, tapi tidak separah Solehudin. Oleh warga, keduanya dibawa ke RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo untuk mendapat perawatan serius. Saat ini keduanya tengah dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit plat merah itu.

“Kami tidak tahu pasti, yang jelas bunyinya berantai, tidak langsung meledak begitu. Bunyinya seperti rentetan begitu,” kata warga setempat, Budi.

Sementara itu, ditemui di lokasi ledakan, Kapolsek Sumberasih, AKP Wahyudi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Terkait penyebab pasti ledakan tersebut. “Informasi sementara yang kami dapat, keduanya memang hendak merenteng petasan yang sudah jadi. Karena ada sumbu yang bergesekan, maka petasan itu meledak,” paparnya.

Dari TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, petasan yang sudah jadi, obeng, tang, dan beberapa selongsong mercon sebesar ibu jari. Akibat ledakan itu, tempat peyimpanan mercon berantakan. (saw/fyd)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

Evakuasi Bus Tentrem Masih Berlangsung, Polisi Lakukan Kontra Flow

Sertifikasi Guru Kemenag Berbelit Korbankan Anak Didik