Tenggelam di Laut, Evakuasi Jasad Nelayan Terkendala Alat dan Cuaca

0
114

Dringu (wartabromo.com) – Seorang nelayan asal Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Probolinggo, menjadi korban amukan angin gending yang bertiup kencang di perairan utara Probolinggo. Evakuasi jasad nelayan nahas inipun mengalami kendala, setelah speedboat yang dijanjikan Dinas Perikanan Jatim tak datang hingga terpaksa melakukan evakuasi dengan cara dan alat seadanya.

Tampak suasana duka mengiringi jasad nelayan bernama Karpi (55) ini, saat berada di rumah duka.

Nelayan tradisional ini meninggal, ketika melaut dan perahunya terbalik karena terjangan angin dan tingginya ombak.

Slamet, nelayan lainnya menceritakan, bahwa korban berlayar dengan Yudi, anaknya, sekitar pukul 10.00 WiB. Saat itu, korban tengah menjaring ikan di sekitar perairan Dringu-Mayangan.

Namun, saat tengah asyik menjaring, perahu yang dipakai bersama sang anak terhantam ombak.

Karpi kemudian tenggelam bersama hantaman ombak itu, sementara Yudi sempat melompat dan berenang. Yudi kemudian berhasil ditolong oleh nelayan lain, sementara tubuh Karpi menghilang di lautan.

Nelayan setempat kemudian melakukan pencarian di perairan antara Pantai Mayangan dan pulau Gili Ketapang.

Setelah enam jam lebih, jasad Karpi pun ditemukan mengapung sekitar 1 mil dari pelabuhan Mayangan.

Namun, diungkapkan juga angin kencang dan ombak besar sempat menjadi kendala proses evakuasi jasad nelayan nahas tersebut.

“Setelah jasadnya ditemukan kami ikat ke perahu, khawatir terbawa arus. Karena saat itu, ombak dan angin besar. Sementara kapal dari Dinas Perikanan Provinsi tak kunjung datang,” kata Slamet, Selasa (1/8/2017).

Kepala Desa Randuputih, Sukandar mengungkapkan, pihaknya sempat meminta bantuan speedboat ke Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur. Namun permintaan itu tak kunjung datang. Padahal, speedboat yang sejatinya akan dipinjam untuk evakuasi dikatakan sudah tersedia.

“Kalau memang tidak boleh pinjam ya bilang dari tadi. Biar kami tidak berharap. Tadi bilangnya ada nahkodanya, tapi barusan bilang tidak bisa karena kapalnya mau dipakai oleh anggota dpr pusat yang menjadi tamu,” terang Sukandar.

Evakuasi kemudian dilakukan dengan peralatan dan perahu seadanya dengan meminta bantuan nelayan lain. Begitu sampai di rumah duka, jenasah Karpi langsung dimandikan untuk kemudian dikebumikan.

Pihak keluarga dan Desa sangat kecewa dengan sikap dari Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur ini. Di lain pihak, UPT Dinas Perikanan enggan memberikan konfirmasi terkait kejadian ini. (lai/saw)