16:49 - Senin, 23 Oktober 2017
Rabu, 20 September 2017 | 18:54

Naik Drastis, ODHA Keluhkan Retribusi RSUD Waluyojati

Probolinggo (wartabromo.com) – Orang dengan HIV/Aids (ODHA) di Kabupaten Probolinggo mengeluhkan kenaikan tarif retribusi Poli CVT (Voluntary Counseling Test) yang diterapkan oleh RSUD Waluyojati. Pasalnya kutipan tersebut naik 250 persen, sehingga dinilai sangat memberatkan.

Menurut Badrut Tamam, koordinator pendamping ODHA Kabupaten Probolinggo, kenaikan retribusi itu terjadi sejak 14 September lalu. Sebelumnya, tarif tersebut senilai Rp. 20 ribu, namun naik menjadi Rp. 50 ribu. Artinya ada kenaikan hingga 250 persen dari tarif semula. “Kenaikan ini sungguh memberatkan bagi penderita. Dan kenaikan itu juga tanpa sosialisasi dan pemberitahuan kepada kami maupun penderita,” ujar Badrut, Rabu (20/9/2017).

Ia menuturkan, dengan kenaikan yang mencekik leher itu, para pasien ODHA yang hendak kontrol, memilih pulang. Badrut menyebutkan ada ibu dan anak penderita ODHA dari Gending yang memilih pulang ketika mengetahui kenaikan itu. Ada juga dari Kecamatan Banyuanyar, Tiris, Tegal Siwalan dan Dringu, yang pulang. Pasalnya, mereka tidak membawa dana lebih untuk membayar biaya administrasi dan tidak mengambil obat.

Namun, ada juga yang tetap melanjutkan pengobatan di Poli VCT, meski membayar lebih dari seharusnya. Tetapi ujung-ujung, mereka mengadu kepada Manajer Kasus (MK) yang selalu melakukan pendampingan kepada penderita ini.

Badrut menyebutkan kondisi tersebut mengkhawtirkan jika dibiarkan. Pasalnya, ditakutkan terjadi pasien ODHA yang enggan berobat dan mendapatkan obat. “Tidak semua ODHA itu mempunyai kartu BPJS dan dari keluarga mampu. Mereka mau berobat saja sudah untung, tapi ini malah diperberat. Padahal Pemkab sudah memliki perda tentang penanggulangan HIV/Aids. Nah, kalau memang mau dinaikkan, ya seharusnya kami juga diajak berunding,” tuturnya lebih lanjut.

Saat ini, ada sekitar 900 pengidap HIV-Aids di Kabupaten Probolinggo yang masih hidup. Sedangkan yang rutin melakukan pengobatan sekitar 300 orang. Mereka yang rutin melakukan pengobatan, secara rutin mengunjungi Poli VCT RSUD Waluyojati seminggu sekali, pada hari Selasa, Rabu dan Kamis.

Hingga warta ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari RSUD Waluyojati terkait kenaikan retribusi di Poli VCT itu. Direktur RSUD Waluyojati, dr. Endang Astuti, saat dikonfirmasi melalui telepon, tidak menjawab panggilan dari wartabromo.com. (saw/saw)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

Seribu Tukang Pijat Tak Miliki Surat Terdaftar

Direktur RSUD Waluyojati : Kenaikan Retribusi Sesuai Perda