KPU Kabupaten Pasuruan dan Netizen Kopdar, Diskusi Berlangsung Gayeng

0
57

Pasuruan (wartabromo.com) – KPU Kabupaten Pasuruan bersama media online lokal wartabromo menggelar sosialisasi dalam kemasan diskusi bersama netizen terkait Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur dan Bupati-Wakil Bupati Pasuruan, di Kebun Kurma, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jumat (30/3/2018).

Kegiatan berlangsung gayeng, hingga pembahasan mengerucut pada bahaya hoax di Pilkada serentak 2018 ini.

Acara yang dibuka secara langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Pasuruan, Winaryo Sujoko tersebut bertajuk Kopdar & Panggung Diskusi “#Netizen, Medos & Pilkada” dengan sasaran utama para admin sejumlah media sosial yang memiliki banyak pengikut.

Sebagai pembicara utama, Titin Wahyuningsih, komisioner divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Kabupaten Pasuruan, secara lugas memberikan gambaran tentang Pilkada, mulai hak dan kewajiban pemilih hingga tata cara pencoblosan. Terdapat harapan besar, agar warga yang telah memiliki hak pilih, hadir di TPS untuk memberikan suara, pada 27 Juni 2018 nanti.

Diskusi kemudian mengerucut, pada pentingnya memfilter informasi di dunia maya. Seperti yang diutarakan oleh Darsono salah satu peserta dari Komunitas FB ILKP, dengan menyinggung sikap dan respon KPU, bilamana terdapat hoax terkait Pilkada. Hoax dalam Pilkada, dianggap dapat menggangu proses tahapan, bahkan merusak tatanan nilai-nilai demokrasi yang dibangun, sebagaimana semangat dalam Pilkada serentak tahun ini.

“Bagaimana respon KPU apabila kita melaporkan atau klarifikasi tentang hoax?” ujar Darsono, dalam sesi tanya jawab.

Titin Wahyuningsih kemudian memberikan gambaran, bila KPU juga mempunyai akun media sosial untuk membantu dan merespon masyarakat memilah berita hoax di dunia maya.

“Kita mempunyai beberapa akun media sosial di Facebook, Instagram maupun twitter, sehingga kita bisa quick respon mengatasi hoax tentang Pilkada,” ujarnya.

Selanjutnya, hal terakhir dikatakan Titin, kegiatan ini diharapkan dapat bergulir, memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemilihan umum (pemilu), sehingga partisipasi dalam Pilkada kali ini dapat lebih meningkat.

“Semoga diskusi ini mampu menyebarkan informasi tentang kepemiluan dan masyarakat semakin tertarik dan antusias mengikuti pemilu,” harapnya. (wil/ono)