DAS Kedunglarangan Diproyeksi Untuk Tangani Kekeringan dan Banjir

0
169
Komisi Pendayagunaan Sumber Daya Air dari Tim Koordinasi Pengelola Sumber Daya Air (TKPSDA) BBWS Brantas saat mengambil sample di sejumlah sungai di Pasuruan.

Pasuruan (wartabromo.com) – Komisi Pendayagunaan Sumber Daya Air dari Tim Koordinasi Pengelola Sumber Daya Air (TKPSDA) BBWS Brantas mengambil sample di sejumlah sungai, Kamis (13/9/2018). Tujuannya, untuk mengatur alokasi air hindari kekeringan dan banjir.

Ketua Komisi Pendayagunaan Sumber Daya Air dari TKPSDA BBWS Brantas, Warih Kusumo mengatakan, setiap tahun, laporan kekeringan khususnya untuk area persawahan di Kabupaten Pasuruan sangat tinggi. Permasalahannya, Pasuruan setiap musim hujan selalu kebanjiran, namun pada musim kemarau kekeringan.

“Makanya kami turun untuk memberikan pemikiran dan rekomendasi, agar debit air yang tinggi saat musim hujan ini bisa dimaksimalkan dan dibuat cadangan,” katanya.

Mereka meninjau satu per satu aliran sungai yang termasuk dalam DAS Kedunglarangan. Pemeriksaan dilakukan dari hulu dan hilir pada puncak musim kemarau dan musim hujan. Di hulu, TKPSDA mencatat, debit air bisa mencapai 600 liter/detik. Sedangkan di hilir, bisa 800 liter/detik atau bahkan lebih.

“Dua sample ini yang nantinya akan dianalisa. Kami juga kerjasama dengan konsultan untuk mencari solusinya. Goalnya, atasi kekeringan. Jadi saat musim kemarau area persawahan yang sering kekeringan ini bisa teraliri dengan memanfaatkan debit air dari DAS Kedunglarangan,” terang dia.

Bukan hanya bisa mengendalikan banjir, namun nantinya akan dipikirkan bersama, pembagian air ke petak sawah secara adil dan merata, sesuai dengan kebutuhannya.

“Tidak akan ada lagi namanya kekeringan karena semuanya teratasi dan ada aturannya. Mudah – mudahan bisa cepat teratasi,” tambah dia.

Diungkap kemudian, dari hasil tinjauan tersebut, infrastruktur bendungan dan pintu sudah memadai. Namun, perlu ada perawatan dan pemeliharaan secara intensif. Hal itu, setelah pihaknya memeriksa saluran – saluran yang ada, dan memastikan tidak ada saluran tersier atau sekunder yang rusak. Karena, jika ada sedikit lubang dalam saluran, bisa membuang air.

“Kami akan rekomendasikan hasil tinjauan hari ini ke pemerintah pusat, nanti bagaimana kebijakannya, akan kami tunggu. Yang jelas, kami dari BBWS siap jika diperintah untuk mengelola ini,” pungkasnya.

Hasil dari tinjauan ini akan digunakan untuk rapat membahas Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT). Meski tak masuk BBWS Brantas, tapi tim ini yang akan membantu mempersiapkan RAAT yang akan diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan. (man/may)