Digelar Lagi, Grebek Memetri Wonosari Tarik Wisatawan Asing

0
37

memetriTutur (wartabromo) – Setelah sempat mandeg selama 4 tahun, Grebek Memetri Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, akhirnya kembali digelar, Senin (18/8/2014).

Tak pelak, saking kangennya dengan nuansa rebutan ancak (persembahan hasil bumi), ribuan warga dari 7 Dusun, mulai dari Dusun Putuk, Dusun Karanganyar, Dusun Ngadipuro, Dusun Mesagi, Dusun Wonosari Tengah, Dusun Wonosari Barat dan Dusun Nongkojajar, memadati lokasi grebek, khususnya di simpang empat Desa Wonosari.

Bahkan, saking meriahnya tradisi masyarakat Tutur itu, beberapa turis sengaja datang, untuk mengabadikan momen yang terjadi sekali dalam setahun itu.

Steven Andrew (33), salah seorang warga negara Amerika Serikat mengaku takjub dengan ancak-ancak yang dibuat oleh warga, khususnya ancak berbentuk Untung Suropati dan Sakera.

“I’am really happy, because this one just happen for once, so I think it’s the right time to come here, and enjoy this event (saya sangat bahagia, karena ini hanya terjadi satu kali, jadi saya pikir waktunya tepat untuk datang ke sini dan menikmati acaranya,red),” kata Steven.

Steven tak datang sendiri, melainkan dengan 5 orang temannya. Saat ditanya perihal informasi keberadaan Grebek Memetri di Desa Wonosari, pria yang bekerja sebagai akuntan public di negeri Paman Sam itu mengetahuinya dari facebook.

Facebook was my dictionary, when I read it, I told them and I decided to come here, because it’s all about funeral. (Saya tahunya dari facebook, dan ketika saya membacanya, saya bicara ke mereka semua hingga saya putuskan untuk datang ke sini, karena ini adalah tradisi,red), “ imbuhnya.

Sementara itu, alasan kevakuman Grebek Memetri Desa selama empat tahun, lantaran selalu berbarengan dengan Bulan Suci Ramadhan. Bambang Irawan, Kepala Desa Wonosari mengatakan, Grebek Memetri Desa selalu di gelar setiap tanggal 18 Agustus, lantaran pada tanggal tersebut adalah hari lahirnya Desa Wonosari.

“Kebetulan tahun ini adalah ulang tahun desa yang ke 100, jadi momennya tepat sekali untuk bisa memimpikan Grebek Memetri Desa ini menjadi even wisata tahunan asli Kecamatan Tutur,”ucapnya.

Grebek Memetri Desa sendiri diikuti oleh 157 peserta dari 7 dusun di Desa Wonosari, di mana acara tersebut di mulai dengan Pasar Rakyat yang menampilkan beraneka ragam makanan, kesenian, sayur mayur dan lain sebagainya yang merupakan produk unggulan Desa Wonosari.

Selanjutnya, aneka ragam hasil alam dan budaya masyarakat Wonosari itu ditempatkan pada ancak berukuran raksasa, dan langsung diperebutkan warga.

“Untuk tema Grebeg memetri Desa Wonosari tahun 2014 ini mengangkat tentang Sejarah Nongkojajar Desa Wonosari dan tentang Potensi Alam yang ada meliputi Pariwisata dan sumber dayanya. Mumpung Bupatinya hadir, jadi ini adalah sebuah kebanggaan kami, agar semua tahu bahwa wonosari punya potensi yang luar biasa,” ungkap Bambang di sela-sela grebek.

Sementara itu, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf mengaku akan menjadikan Grebek Memetri Desa tersebut menjadi event wajib tahunan yang harus dilaksanakan, sebagai perwujudan dan apresiasi dari seluruh masyarakat Wonosari.

“Tahun depan harus ada lagi, karena ternyata luar biasa apa yang saya lihat,” ujar Irsyad, sesaat setelah grebek memetri desa, selesai dilakukan. (eml/yog)