Hosky Madura Buka Lapangan Gas di Semare, Mulai Tebangi Mangrove

0
81

IMG_20160512_200842Kraton (wartabromo) – Penebangan hutan mangrove dilakukan di pesisir Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Penebangan dilakukan pihak Hosky-CNOOC Madura Limited (HCML) didampingi tokoh masyarakat, aparat desa dan aparat keamanan. Pihak Hosky sendiri mengklaim penebangan tersebuta atas persetujuan instansi terkait termasuk BLH Kabupaten Pasuruan.

Penebangan hutan mangrove ini merupakan bagian dari rencana pengembangan lapangan gas-BD. Kawasan Semare merupakan salah satu lokasi pengembangan lapangan gas selain perairan pulau Mandiangin dan perairan Kabupaten Sampang, Kabupaten Sumenep Madura.

“Kami melakukan pemotongan ini setelah mendapatkan persetujuan dari instansi terkait yang berwenang,” kata Manager of Legal & Relation HCML, Wahyudin Sunarya, Kamis (12/5/2016).

Menurut Wahyudin, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait sebelum penebangan agar proses pemotongan sesuai aturan atau prosedur.

“Tidak hanya memotong, sebagai bentuk tanggung jawab dan wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup, HCML akan melakukan penanaman kembali pohon mangrove sesuai ketentuan yang berlaku. Kegiatan penanaman kembali akan dilakukan dengan berkordinasi dan sesuai rekomendasi dari Badan Lingkungan Hidup (BLH),” jelas Wahyudin.

Lokasi penanaman kembali pohon mangrove ini juga akan sesuai dengan arahan dari BLH Kabupaten Pasuruan. Untuk satu batang pohon mangrove yang kita potong, akan diganti dengan 10 batang pohon mangrove baru.

“Dengan satu ganti sepuluh jumlah pohon mangrove-nya akan bertambah banyak dan secara tidak langsung kami pun ikut berpartisipasi dalam upaya peningkatan kelestarian lingkungan hidup, terutama eksistensi mangrove yang ada di sini,” tandasnya.

Sayangnya Kepala BLH Kabupaten Pasuruan, Muhaimin, belum bisa dikonfirmasi terkait penebangan mangrove ini. Beberapa kali telepon dari wartawan tidak terjawab.

Sumur Madura-BD Field terletak di lepas pantai Selat Madura Jawa Timur, 65 kilometer sebelah timur Surabaya dan 16 kilometer sebelah selatan pulau Madura. Lapangan pengembangan ini merupakan lapangan lama dan diharapkan akan menghasilkan 441,7 BCF (Barrel Cubic Feet) Gas Bumi dan 18,7 MM Barrel Kondesat selama 13 tahun. (fyd/fyd)