Puluhan Anak Pengikut Dimas Kanjeng Dititipkan di Sejumlah Sekolah

0
24
Foto: Sundari AW

Gading (wartabromo) – Puluhan anak anak pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi asal luar daerah, terpaksa harus ikut orang tuanya tinggal di padepokan. Mereka harus mengenyam pendidikan dengan status titipan di sejumlah sekolah.

Foto: Sundari AW
Foto: Sundari AW

Status ini dikarenakan mereka tidak disertai surat pindah dari sekolah asal. Bahkan anak anak tersebut tidak dapat naik kelas, lantaran belum memiliki nomer registrasi induk sekolah.

Seperti di Sekolah Dasar Negeri Gading Wetan inilah, sejumlah anak – anak putra putri pengikut padepokan mengikuti pendidikan. Mereka mengikuti pendidikan formal seperti sekolahan pada umumnya. Namun, status pendidikan mereka berbeda dengan siswa lainnya.

Rata – rata anak anak pengikut padepokan Dimas Kanjeng ini, hanya berstatus titipan. Bahkan mereka harus tinggal kelas atau tidak naik kelas, karena belum tercatat pada nomer registrasi induk sekolah.

Sebab, keberadaan mereka bersekolah sejumlah sekolah negeri maupun swasta di wilayah Desa Wangkal, Kecamatan Gading ini, tidak dibekali surat pindah dari sekolah asal. Sehingga, mereka harus rela tertinggal jenjang pendidikan sekolah selanjutnya.

“Dari Semarang, sudah tujuh tahun disini, tapi baru dua tahun sekolah. Harusnya kelas lima tapi disini kelas satu. Ikut orang tua yang nyantri disini,” tutur salah satu siswa Budi (bukan nama sebenaranya), Kamis (6/10/2016).

Di sekolah Dasar Negeri Gading Wetan ini, terdapat Delapan siswa anak dari pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Mereka dititipkan orang tuanya disekolah ini, agar dapat mengikuti pelajaran sekolah seperti pada sekolah asal mereka.

“Yang resmi kami terima, sementara yang tidak ada surat pindahnya sifatnya titipan. Kalau pembelajaran sama tidak ada bedanya,” kata Marzuki, Kepala Sekolah SDN Gading Wetan.

Sementara, di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, terdapat 4 Sekolah Dasar Negeri dan 2 sekolah swasta setingkat Madrasah Ibtidaiyah, yang juga menerima puluhan anak yang dititipkan oleh orang tuanya, yang merupakan pengikut padepokan dimas kanjeng taat pribadi. (saw/fyd)