12:39 - Saturday, 19 August 2017
Sunday, 2 July 2017 | 19:29

Menariknya Tradisi Praonan di Lebaran Ketupat


Pasuruan (wartabromo.com) – Lebaran ketujuh (lebaran ketupat) sepertinya waktu yang ditunggu-tunggu warga menghabiskan sisa liburan dengan beragam aktifitas menarik, diantaranya adalah ‘praonan’ atau naik perahu mengelilingi lautan.

Satu diantaranya berada di pelabuhan Kota Pasuruan, yang sejak pagi hingga sore pada Minggu (2/7/2017) ini, terlihat ribuan warga berbagai usia memadati jalanan, sedang yang lain gembira berada di atas perahu nelayan yang bersandar.

Sebagian perahu atau kapal berukuran kecil maupun besar juga berlalu lalang mengangkut puluhan warga, kemudian satu perahu merapat dan menurunkan warga yang telah berkeliling.

Salah satu warga bernama Devan (22), asal Trajeng, Kota Pasuruan menuturkan, bahwa praonan dianggap sudah menjadi tradisi, sehingga ia bersama teman-teman sebayanya tidak pernah absen merayakan dan bersukacita berkeliling di tengah laut.

PicsArt_07-02-03.43.57

“Sudah tradisi kalau lebaran ketupat (hari raya ketujuh) praonan. Senang-senang dan selfi-selfi bersama di laut,” ujar Devan setelah turun dari perahu.

Tidak ada perasan takut atau khawatir terjatuh, karena di perairan Kota Pasuruan bagian laut jawa ini, dikenal tenang dengan ombak yang tidak begitu besar.

Pesona praonan ternyata juga mulai dinikmati warga luar Kota Pasuruan. Salah satunya adalah Afrianto (34), asal Blimbing, Malang, yang mengaku memanfaatkan momentum berlebaran dengan memutari lautan.

“Kebetulan tadi unjung-unjung ke rumah teman yang berada dekat pelabuhan. Ini pengalaman istri dan dua anak saya, naik perahu ke tengah laut. Mereka senang. Kalau saya sudah pernah waktu bujang dulu,” kata Afrianto.

Menurut Afrianto, biaya untuk menumpang perahu tergolong murah, yakni sebesar Rp 10 ribu per kepala. Bahkan kedua anaknya tidak dipungut biaya, sehingga saat itu ia mengeluarkan uang sebesar Rp 20 ribu, jumlah total ongkos menumpang bersama istrinya saja.

PicsArt_07-02-02.49.28

Sementara itu, Muhari (52), seorang pengelola jasa perahu, asal Ngemplakrejo, Kota Pasuruan, mengungkapkan rasa syukur, karena masih diberikan kesempatan mendapatkan rejeki pada tradisi lebaran kali ini.

“Lumayan lah, masih diberi kesempatan ikut praonan. Hitung-hitung hasilnya bisa beli jajan anak-anak,” ujar Muhari.

Selain pelabuhan Kota Pasuruan, tradisi praonan di lebaran ketupat juga ada beberapa titik pesisir utara diantaranya terpusat di Dusun Kisik, termasuk wilayah Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. (ono/ono)

Komentar Anda

Komentar

Libur Lebaran, Water Park di Pasuruan Kurang Diminati

Libatkan Peserta Perempuan, Skilot Lebaran Ketupat Kian Semarak