Warga Sadengrejo Ancam Duduki Tol bila Kesepakatan Diingkari

735

Bangil (wartabromo.com) – Warga Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan mengancam akan menurunkan massa yang lebih besar apabila kesepakatan tidak dilaksanakan. Mereka juga akan menduduki jalan tol Gempol – Pasuruan (Gempas) Seksi 3.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kordinasi Aksi Hudan Dardiri usai keluar dari ruang pertemuan di gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (31/10/2018).

“Tiga hari ini tidak ada reaksi, kita akan turunkan seluruh warga desa, kita duduki jalan tol,” ujarnya.

Bersama ratusan warga, sejumlah pihak sepakat menolak desain jembatan warga yang berada di atas. Pasalnya, hal itu sangat merugikan aktivitas warga sehari-hari.

Rumah retak dan debu akibat lalu lalang kendaraan pembangunan aktivitas jalan tol juga cukup menggangu warga. Belum lagi jalan desa yang biasa digunakan warga kini rusak.

Ketua komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Rusdi Sutejo mengaku, kecolongan permasalahan desain jalan tol yang mengakibatkan jalan desa terpotong.

Dirinya meminta penanggung jawab proyek mendengar keluhan warga yang terdampak, tidak hanya mengejar target rampung pada minggu ketiga bulan Desember 2018.

“Dua sampai tiga kali kecolongan masalah overpass, kasihan pedagang kecil, nasigoreng, becak dorong-dorongan kalau overpass. Kami mendukung proyek nasional, tapi kami ingin diperhatikan kalau ada keluhan,” ujar politisi partai Gerindra itu.

Mendengar keluhan itu, perwakilan Jasa Marga, Mulyono mengungkapkan, siap membantu warga yang menginginkan adanya jalan underpass. Permasalahan banjir yang melanda Desa Sadengrejo, juga dibantu dengan membuang air melalui saluran air jalan tol sehingga cepat surut.

“Kita nanti pasang pompa,” terangnya.

Perwakilan PT. PP yang turut hadir irit bicara. Dirinya hanya mengeluarkan sepatah kata terkait keluhan warga yang rumahnya retak-retak dan jalan desa yang rusak akibat dilewati dump truk saat pengerjaan jalan tol.

“Siap (memperbaiki rumah warga),” singkatnya.

Ratusan warga Desa Sadengrejo mendatangi kantor gedung DPRD Kabupaten Pasuruan mereka meminta tuntutan tentang perubahan desain jalan bagi warga desa yang sebelumnya overpass menjadi underpass tol Gempol – Pasuruan (Gempas).

Sebelumnya, warga Desa Sadengrejo demo di depan kantor Pemerintah Kabupaten Pasuruan di jalan Hayam Wuruk. Mereka meminta perwakilan dari pejabat Kabupaten untuk keluar menemui mereka, namun aksi mereka tak ditanggapi.

Pasalnya, aktivitas proyek membuat jalanan desa rusak. Selain menimbulkan debu dan bising, banyak warga menjadi korban, gara-gara terjatuh di jalanan berlubang.

Massa kembali melanjutkan aksinya di gedung DPRD Kabupaten Pasuruan. Perwakilan warga ditemui oleh perwakilan anggota komisi III, Jasa Marga dan PT. PP. (wil/ono)