Awas! Permen ini Bikin Keracunan, Emak-emak di Probolinggo Sudah Jadi Korban

4095
Kantong cantik mirip tas ini berisi permen diduga beracun.

Probolinggo (wartabromo.com) – Dua emak-emak Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, pingsan pada malam takbir Idul Adha. Diduga mereka keracunan, setelah memakan permen yang dibeli dari warung milik warga sekitar.

Kedua emak-emak itu adalah Husniati (40) dan Yuliati (40). Kedua ibu rumah tangga (IRT) ini, pingsan setelah memakan permen warna kuning dan warna merah. Permen pembawa mala petaka ini, dibeli dari warung milik Baeri, warga setempat. Bahkan Husniati dilarikan ke Puskesmas Pajarakan untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Warga kami atas nama Husniati langsung dibawa ke Puskesmas Pajarakan oleh perangkat desa. Sedangkan korban satunya (Yuliatin, red) yang sempat pingsan tidak bersedia dibawa ke Puskesmas,” kata Kepala Desa setempat, Bawon Santoso, Minggu (11/8/2019).

Korban permen diduga beracun pingsan dirawat di Puskesmas Pajarakan, Probolinggo.

Bawon menuturkan, sekitar pukul 19.00 WIB, anak Husniati membeli permen berbentuk tas dan buah. Husniati dan Yuliati lantas memakannya, masing-masing memakan 3 buah permen. Namun, belum 5 menit berlalu, tiba-tiba lidah keduanya kaku. Pikiran keduanya seakan terganggu dan membuat keluarganya panik. Kontan saja langsung dibawa ke Puskesmas Pajarakan.

“Saya datangi pemilik warung, ternyata permen tersebut didapat dari sales. Selain itu, kami juga sudah melaporkan hal ini kepada polisi agar diselidiki. Permennya sebagian sudah saya serahkan ke perawat untuk diperiksa,” terang Bawon.

Kanitreskrim Polsek Pajarakan Iptu Kurdi membenarkan peristiwa itu. Pihaknya kemudian mendatangi korban yang dirawat di Puskesmas Pajarakan. Setelah meminta keterangan sejumlah warga, iapun mengambil sampel permen yang masih ada. “Betul, ada keracunan akibat makan permen. Masih kita lidik, belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya,” ujarnya.

Hingga berita ini dituis, Husniati masih menjalani perawatan di Puskesmas Pajarakan. Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi permen sejenis. Agar kejadian serupa tidak terulang. (cho/saw)