11:09 - Sunday, 20 August 2017
Wednesday, 27 July 2016 | 09:14

Samiler, Jajanan Tradisional yang Tetap Eksis


Sukorejo (wartabromo) – Di tengah gempuran makanan ringan modern, masih banyak jajanan tradisional yang tetap eksis. Salah satunya Opak Samiler.

Opak Samiler yang terbuat dari singkong dan tepung kanji masih diproduksi sejumlah warga di Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo. Salah satu pembuat Samiler di desa yang berada di lereng Gunung Arjuno ini adalah Sampuri.

Pria 59 tahun ini setiap hari membuat Opak Samiler bersama istrinya. Lakon hidup sebagai pembuat Samiler sudah ia jalani sejak belasan tahun. Meski untung pas-pasan, pasutri ini tetap setia membuat Samiler karena masih ada peminat.

“Hanya membuat pesanan pelanggan. Kalau buat banyak mau dijual ke mana,” kata Sampuri berbincang dengan wartabromo.com di rumahnya, beberapa waktu lalu.

Dari segi fisik, tidak terlalu sulit membuat Samiler. Adonan dari singkong dan tepung kanji yang sudah dicampur rata dibentuk seperti piringan tipis. Setelah itu kemudian dijemur di terik matahari.

Namun, soal rasa, pembuatan Samiler butuh keahlian khusus. Karena sudah dipercaya kualitas rasanya, Samiler produksi Sampuri diminati pelanggan dan bertahan hingga saat ini.

“Saya jualnya setengah jadi. Maksudnya setelah kering dijemur sudah diambil pelanggan. Mereka sendiri yang menggorengnya,” ujar Sampuri di sela kesibukannya menjemur Samiler di halaman rumah.

Jumlah produksi Samiler tergantung musim karena penjemurannya bergantung pada cahaya matahari.

“Kalau musim hujan hanya 20 kilo gram per hari. Tapi kalau musim panas bisa 30 sampai 40 kilo gram sehari,” ujarnya.

Sampuri menjual Opak Samiler mentah seharga Rp 16 ribu per kilo gram. Ia tak perlu repot mendatangi pembeli karena para pelanggannya yang antri tiap sore hari.

Para pembeli yang datang biasanya akan menjual kembali Samiler, meski ada yang untuk kebutuhan pribadi maupun oleh-oleh. (fyd/fyd)

Komentar Anda

Komentar

Tetap Bisa Produksi Garam Saat Musim Hujan di Rumah Evaporasi

Pakde Karwo Apresiasi Para Pahlawan Lingkungan Hidup