05:23 - Rabu, 18 Oktober 2017
Kamis, 12 Oktober 2017 | 17:35

Tahun Ini Kota Pasuruan Terancam Tak Penuhi Target Produksi Garam

Pasuruan (wartabromo.com) – Target produksi garam Kota Pasuruan tahun 2017 terancam tidak dapat terpenuhi. Pasalnya, sampai akhir September 2017 lalu, produksi masih tercatat 3.058 ton, jauh dari target sebesar 16.500 ton.

Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Sugiharto mengakui jauhnya capaian produksi garam dari yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kondisi cuaca ekstrim disebut manjadi faktor utama menjauhnya angka produksi garam selama ini.

“Cuaca ekstrim telah mengakibatkan menurunnya produksi garam, sehingga sampai 30 september 2017, produksi garam hanya 3.058 ton saja,” ujar Sugiharto, saat berada di Kantor Lurah Panggungrejo, Kota Pasuruan, Kamis (12/10/2017).

Ditegaskan kemudian, pihaknya akan terus berupaya mengejar peningkatan produksi. Musim kemarau yang tengah terjadi dikatakan menjadi peluang, lantaran dinilai baik untuk berproduksi.

Dijelaskan, seluruh petani garam di Kota Pasuruan saat ini telah menggunakan pola produksi modern yakni dengan sistem geo isolator atau plastik untuk alas garam.

“Dengan cara itu hasilnya memang terbukti,” imbuhnya.

Selain itu, untuk upaya peningkatan produksi, pihaknya juga mendorong petani garam dengan memberikan bantuan operasional dan alat-alat produksi. Diantara bantuan diberikan kepada tiga kelompok usaha garam rakyat (KUGAR).

Dijelaskan, KUGAR Setia Kawan menerima 3 paket mesin pompa air, 5 paket kincir angin, 5 slender dan 8 penggaruk garam. Sedangkan KUGAR Samudra menerima 5 paket mesin pompa air, 5 paket kincir angin, 5 slender dan 8 penggaruk garam. Sedang KUGAR Surya Jaya menerima bantuan berupa paket rumah garam (rumah prisma).

“Ini berasal dari dana hibah dan kita berikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok. Semoga dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi garam di Kota Pasuruan,” kata Sugiharto.

Dengan melakukan pendekatan dan memberi bantuan kepada petani, Sugiharto optimis target produksi garam sebesar 16.500 ton dapat tercapai.

Sementara itu, Walikota Setiyono menghimbau kepada seluruh petani garam di Kota Pasuruan untuk membantu pemerintah, utamanya menyuplai garam. Sehingga peningkatan produksi garam mampu mengurangi dampak impor garam yang berakibat pada mahalnya harga garam.

“Harga garam sudah sampai Rp 6000 per kilo, itu sangat mahal karena mendekati harga beras. Maka dari itu, kita haus memompa semangat para petani garam untuk tak henti-hentinya memproduksi garam, karena cuacanya juga sangat mendukung,” ucap Setiyono. (mil/ono)

Komentar Anda

Komentar

Anggaran Droping Air Bersih Oleh BPBD Pasuruan Menipis, Ini Langkah Yang Dilakukan

Satgas Dana Desa Dukung OTT di Probolinggo