PT Jasa Marga Bakal Tutup Jalur Surabaya-Malang, Ada Apa?

0
149

Pasuruan (wartabromo.com) – Pengendara jalur Malang-Surabaya bakal terganggu dengan pengerjaan balok girder (beton logam) jembatan tol Pandaan-Malang. Pengerjaan itu berlangsung dalam dua tahap jadwal pemasangan, yakni pada 4-8 Desember 2017 dan 11-14 Desember 2017.

Hal tersebut diketahui dalam sebuah pengumuman tertulis dari PT Jasa Marga Pandaan Malang, yang beredar di sejumlah linimasa media sosial (medsos), diantaranya sejumlah grup WhatsApp.

Diterangkan, pada dua jadwal masa itu, proses pengerjaan bakal berlangsung mulai pukul 23.00 WIB hingga – 04.30 WIB. Penulisan waktu pengerjaan disusul dengan penjelasan buka tutup lalu lintas kendaraan.

Diperkirakan, buka tutup itu merupakan bagian rekayasa lalulintas, mengatur laju kendaraan yang melintas di jalan raya nasional itu.

Sebagai pelaksana proyek strategis nasional terkait infrastruktur tol ini, PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang itu juga menuliskan, lokasi pengerjaan pemasangan girder berada tepat di Desa Jatisari.

Titik tersebut, termasuk 15 Km dari Pandaan ke arah Malang; 1 Km setelah kebun raya Purwodadi ke arah Malang; serta 5 Km setelah Pasar Lawang ke arah Surabaya.

“Kami akan melakukan Pemasangan Balok Girder di Atas Jalan Nasional,” salah satu kalimat pengumuman.

Selanjutnya, arus kendaraan dari arah Malang ke Surabaya dan sebaliknya, PT Jasa Marga Pandaan Malang pun menegaskan telah menyediakan jalur pengalihannya.

“Selama buka tutup lalu lintas jalan nasional sudah kami sediakan jalan pengalihan (tetapi tidak untuk trailler dan kendaraan bermuatan besar),” imbuh catatan pengumuman itu.

Kalimat kemudian menjelaskan, jika pengaturan arus lalilintas di jalan raya yang dipasang girder, akan dikawal oleh polisi lalu lintas setempat.

Sebagai sebuah institusi kredibel, PT Jasa Marga Pandaan Malang kemudian memungkasi kalimat dengan meminta membagikan informasi ini secara umum.

“Mohon bantu share ke kawan – kawan lainnya,” tutup pengumuman ini.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari PT Jasa Marga, terkait rencana tersebut. Karena pengumuman tersebut tidak mencantumkan tanda tangan maupun nama pimpinan atau penanggung jawab, selayaknya sebuah pengumuman penting lainnya. (ono/ono)